Mohon tunggu...
Arga Yudha Adhiprama
Arga Yudha Adhiprama Mohon Tunggu... Programmer - programmer

full time programmer

Selanjutnya

Tutup

Bahasa

Mencegah Salah Kaprah dan Salah Persepsi dalam Berbahasa

16 September 2020   19:05 Diperbarui: 16 September 2020   20:00 338
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber : aplikasi-indonesia.com

Bahasa merupakan salah satu alat untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya, Bahasa sendiri banyak sekali ragamnya, bahkan setiap negara mempunyai bahasa masing masing tentunya disertai dengan bahasa daerah yang terdapat dalam negara itu. 

Seperti di Indonesia sendiri banyak sekali bahasa bahasa daerah, karena memang Indonesia sendiri sangat beragam suku dan budayanya, sehingga sangat wajar kalau mempunyai bahasa daerah masing masing. 

Tetapi bahasa daerah hanya dimengerti jika berkomunikasi dengan orang yang berasal dari daerah yang sama, sebagai contoh orang padang yang berkomunikasi dengan orang padang menggunakan Bahasa Padang akan lebih dimengerti dan memahami maksud atau pesan dari komunikasi tersebut dinbandingkan dengan orang padang yang berkomunikasi dengan orang Jawa menggunakan bahasa Padang.

Karena banyak sekali Bahasa Bahasa daerah disuatu negara yang tentunya asing untuk suatu masyarakat di daerah / wilayah tertentu, sehingga menimbulkan kendala jika ingin berkomunikasi dengan orang yang berbeda wilayah, tetapi untungnya suatu negara mempunyai Bahasa nasional yang digunakan untuk seluruh wilayah supaya dimengerti satu sama lain dari berbagai daerah,

Seperti di Indonesia, Bahasa Nasional yang digunakan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Indonesia tersebut juga dianggap sebagai Bahasa permersatu daerah. Dengan adanya Bahasa pemersatu, suatu pesan didalam komunikasi tersebut akan lebih mudah tersampaikan dan dipahami oleh satu sama lainnya sehingga tidak akan adanya miss persepi atau kesalahan tafsir dari kedua belah pihak walaupun dari daerah yang berbeda beda.

Bahasa Indonesia juga menjadi salah satu pelajaran wajib yang digunakan dalam kurikulum sekolah mulai dari jenjang SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi.  Sehingga secara tidak langsung pemerintah Indonesia selalu senantiasa mengarahkan untuk belajar Bahasa Indonesia yang baik dan benar. 

Apalagi diera sekarang ini muncul Bahasa Bahasa atau lebih tepatnya muncul suatu kata yang terkadang tanpa arti, seperti “Anjay, Asoy” dan masih banyak yang lainnya. Yang terkadang menjadi trend disuatu masyarakat yang akhirnya akan ditiru oleh anak anak padahal tanpa arti. Alangkah lebih baiknya jika berkomunikasi dengan seseorang menggunakan Bahasa yang benar supaya seolah olah tidak mengumpat atau tidak menyakti perasaan lawan bicaranya. Terkadang masyarakat juga salah kaprah dalam memaknai suatu kata, yang menurut maknanya tidak seperti itu, tapi ditafsirkan ke hal negatif. 

Untuk itu sebelum menggunakan kata yang kita sendiri belum mengetahui maknanya yang terkadang hanya sering kita dengar sehari hari lalu mencontohnya, alangkah lebih baiknya jika kita mencari tau apa sih sebenarnya makna dari kata itu, apakah positif atau tidaknya, sehingga kita juga bisa menjaga atau mengintrol lisan kita jika berkomunikasi dengan seseorang terlebih dengan orang yang belum begitu dikenal. Karena baik tidaknya seseorang juga bisa dilihat dari tutur katanya.

Mencari makna kata dalam Bahasa bisa dari KBBI, apa itu KBBI? KBBI kepanjangan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, didalamnya banyak sekali terdapat makna kata yang ingin kita cari.

KBBI ada yang bentuknya buku cetakan maupun online, tentunya diera kecanggihan teknologi seperti sekarang buku buku cetakan peminatnya sudah menurun, apalagi buku KBBI, seseorang sudah jarang atau tidak minat membaca kamus dari buku, selain tidak praktis juga sulit untuk menemukan makna kata yang sedang dicari karena memang biasanya disusun berdasarkan abjad. Sehingga kamus kamus online lebih diminati di era seperti ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun