Mohon tunggu...
Khairul Anwar
Khairul Anwar Mohon Tunggu... Pejuang S.SOs

Pejuang S.Sos | tulisankhairul.blogspot.com | IG: anwar_khairul

Selanjutnya

Tutup

Muda

Apakah Konser Musik Lebih Menarik daripada Kegiatan Akademik?

5 Februari 2018   14:36 Diperbarui: 5 Februari 2018   14:41 1006 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Apakah Konser Musik Lebih Menarik daripada Kegiatan Akademik?
Infografik by: Khairul Anwar

Perguruan tinggi erat kaitannya dengan dunia akademik. Disana mahasiswa menimba ilmu, berdiskusi dan mengembangkan diri sebagai bekal untuk masuk ke dunia kerja serta kehidupan sosial kemasyarakatan.

Tri Darma Perguruan Tinggi menjadi pondasi bagi civitas akademika di perguruan tinggi dalam menjalankan segala aktivitas akademik. Visi misi, tujuan, serta program kerja  civitas akademika berpedoman pada tiga poin Tri Darma Perguruan Tinggi yakni; pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, pengabdian masyarakat.

Semester ganjil 2017 UIN Jakarta diramaikan dengan berbagai pegelaran musik musisi papan atas Indonesia. Jika dulu hanya Komunitas Musik Mahasiswa - Ruang Inspirasi Atas Kegelisahan (RIAK) yang rutin mengadakan konser musik di UIN Jakarta, kini berbagai organisasi dan komunitas berlomba menyelenggarakan konser musik. Mereka berlomba-lomba mendatangkan artis-artis papan atas dan mendatangkan sebanyak mungkin penonton.

Tak ada salahnya menyelenggarakan konser musik di lingkungan kampus. Konser musik menjadi sarana menghibur mahasiswa yang penat dengan aktivitas perkuliahan, juga menjadi sarana promosi organisasi atau komunitas agar semakin dikenal,  konser musik juga tentu mendatangkan keuntungan yang besar, lalu konser musik juga dapat menjadi sarana mengumpulkan massa untuk kemudian panitia mengajak atau mengarahkan massa ke satu hal yang mereka inginkan seperti kampanye.

Namun penyelenggaraan konser musik yang begitu masif menimbulkan pertanyaan; apakah budaya akademis mahasiswa sudah terkikis? Apakah kegiatan akademis sudah tidak menarik lagi?

UIN Jakarta dikenal sebagai lembaga akademis bernafaskan Islam yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa dan lulusan yang mempuni di berbagai bidang. Kini UIN Jakarta juga dikenal sebagai kampus yang sering mengadakan konser dengan berskala besar dan mendatangkan artis-artis papan atas di Indonesia

Menarik untuk kita diskusikan apa motif utama komunitas atau organisasi itu mengadakan konser musik padahal kompetensi mereka bukan dibidang musik. Apakah konser yang diadakan murni untuk menghibur mahasiswa? Apakah organisasi atau komunitas itu mencari keuntungan ekonomi? Atau mungkin mereka mempunyai motif tersembunyi dibalik konser yang mereka selenggarakan?

Dari Band Indie hingga Band Major

Semester ganjil 2017, UIN Jakarta kedatangan musisi-musisi top tanah air. Mereka datang untuk menghibur mahasiswa dan masyarakat umum yang haus akan hiburan dan ingin melepas kepenatan sejenak. Dalam setiap konsernya, ribuan penonton memadati area konser. Hampir semua konser diadakan di Student Center (SC), terkecuali Milad Dakwah 2017 yang dilaksanakan di Lapangan UIN Jakarta belakang Yayasan Triguna Utama.

Musisi yang datang bukanlah musisi biasa. Mereka adalah musisi top yang sangat terkenal dan mempunyai banyak fans. Musisi yang datang beragam, mulai dari musisi indie hingga musisi major.

Indie sendiri bukanlah suatu genre musik, melainkan sebuah gerakan musik yang bebas dan mandiri, tidak bergantung dengan sebuah label musik. Band Indie cenderung menciptakan lagu sesuai dengan apa yang mereka sukai dan genre yang mereka inginkan. Band indie sering dianggap lebih memiliki musik yang berkarakter dan lirik yang dalam. Tak pelak band indie mempunyai basis fans yang militan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x