Regional

Marak Aksi Begal, Mularis Djahri: Keamanan Masih Jadi PR Penting

13 September 2017   20:05 Diperbarui: 13 September 2017   20:22 178 0 0
Marak Aksi Begal, Mularis Djahri: Keamanan Masih Jadi PR Penting
dokpri

Peristiwa memilukan yang dialami mahasiswi UIN Raden Fatah bernama Sarah Zihan (20), saat kehilangan sepeda motor kesayangannya, yang dibegal oleh 3 orang tak dikenal, pada hari Jum'at 28 Agustus 2017, masih menyisakan luka bagi korban, keluarga dan warga Palembang.

Termasuk bagi Calon WaliKota Palembang Mularis Djahri. Menurutnya insiden pembegalan itu membuktikan bahwa Kota Palembang belum sepenuhnya aman dari aksi begal. Tentu saja hal ini masih menjadi PR penting bagi masyarakat, aparat keamanan dan pemerintah Kota Palembang. Hal ini Mularis sampaikan ke awak media di kediamannya, di Palembang (13/09).

Perlu diketahui bahwa insiden yang menimpa Sarah Zihan merupakan kejahatan yang kesekian kalinya di Kota Palembang. Sebelumnya, Rabu, (18/8/2015), kejadian serupa dialami oleh Muhammad Rizki Ansori alias Kiki (17), warga Jalan KH Wahid Hasyim, Lorong Jeruk, Kecamatan Seberang Ulu 1, Palembang.

Nasib Rizki lebih mengenaskan, karena bukan hanya motornya yang diambil oleh begal, tapi juga ia meregang nyawa. Akibat luka tusuk yang dideritanya, nyawanya tak dapat diselamatkan saat dilarikan ke rumah sakit.

Terus terulangnya kejadian kejahatan seperti itu, Mularis Djahri merasa prihatin dengan kondisi yang dihadapi masyarakat Palembang saat ini. Jika permasalan ini tidak secepatnya diatasi, kemungkinan melahirkan korban-korban baru sangat besar.  

Untuk itu, Mularis meminta kepada semua masyarakat untuk selalu waspada. Mularis berpesan kepada anak-anak muda Palembang yang biasa keluyuran di malam hari agar tak terlalu larut malam. Mularis menyadari, hobbi anak muda memang suka keluyuran, tapi demi menjaga keamanan, para orang tua diminta selalu memberikan nasehat kepada sang buah hatinya.

Kebanyakan aksi begal terjadi di jalan yang sepi, untuk itu saran Mularis tetap waspada meski berkendara motor atau mobil di siang hari, jika di tempat sepi.

Pengusaha sukses asal Kota Palembang ini meyakini bisa memutus mata rantai aksi begal dengan meningkatkan kewaspadaan dari diri sendiri. Tentu dibantu dengan personil keamanan yang menurutnya jangan pernah bosan untuk mengawasi semua titik rawan di Kota Palembang.

Kedepannya, kata Mularis Djahri, dengan integrasi pelayanan keamanan dalam sistem IT dalam konsep kota cerdas keamanan dan kenyamanan warga akan diprioritaskan. Tapi itu juga harus didukung dengan cara memanfaatkan sekaligus merawat semua layanan IT, karena ciri kota modern adalah layak huni dan partisipasi aktif warganya.

Kejadian begal motor itu menjadi sinyal penting untuk tidak ragu lagi menjadikan Kota Palembang, cerdas kotanya dan sejahtera warganya. Mari kita selesaikan tugas kita membuat lingkungan kita aman dan nyaman.