Mohon tunggu...
Siska Dewi
Siska Dewi Mohon Tunggu... Administrasi - Count your blessings and be grateful

Previously freelance writer https://ajournalofblessings.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Inspirasi dari Perempuan di Balik Jembatan Bagansiapiapi

19 April 2021   05:00 Diperbarui: 17 Mei 2022   09:56 2719
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ketika bangun jembatan di Cina bahkan tidak ada toiletnya. Dina pernah juga tidur di hotel yang tidak ada jendelanya, pernah mandi pakai gayung.

Untuk itu, ia menjaga fisik tetap kuat. Kondisi kerja yang dihadapinya terkadang berdampak pada kesehatan.

Dina bersyukur bahwa sebagai anak tentara, dia terbiasa disiplin menjaga kesehatan. Dina biasa push up dan berkegiatan fisik.

Pernah ingin menjadi ibu rumah tangga

Saat kecil, perempuan kelahiran Tebing Tinggi, Deli Serdang ini tidak pernah bermimpi menjadi insinyur dan merancang jembatan. Dirinya malah pernah punya cita-cita menjadi ibu rumah tangga.

Cita-cita itu terbentuk karena dia kerap melihat ibunya yang setiap hari mengurus anak. Saat ikut suaminya yang pegawai negeri pindah ke Bandung, kesibukan Dina hanya kuliah S2 dan mengantar jemput anak sekolah.

Bersyukur atas dukungan suami bagi kariernya

Dina mengaku bersyukur bisa sukses seperti sekarang. Dukungan suami menjadi kuncinya. Atas izin sang suami, Dina bisa bekerja dan mengatur waktu menjadi istri dan ibu.

Setelah sukses dengan jembatan lengkung bentang panjang LRT dan dipuji menteri hingga presiden, apa kata Dina seandainya ditawari menjadi menteri?

Kalau bisa menolak, akan saya tolak ya. Saya punya keluarga yang tidak boleh dikurangi waktunya.

Pernah dirundung di masa kecil

Saat kecil, Dina hidup berpindah-pindah mengikuti penugasan sang ayah. Dari Sumatera Utara, Bandung hingga Ciamis.

Di Ciamis, Dina pernah di-bully hanya karena tidak bisa bahasa Sunda. Dina pernah dikerjain pakai tikus yang dimasukkan ke laci mejanya. Sehabis piket ngepel, lantainya diinjak-injak.

Namun Dina tidak menangis ketika dirundung. Teman-temannya bingung karena dia kuat. Lama-lama, mereka justru berbalik jadi respek kepada Dina dan menganggapnya tahu semua pelajaran.

Selalu mengandalkan doa

Menurut Dina, risiko kegagalan konstruksi jembatan selalu ada. Meskipun selalu punya perhitungan ketat soal bangun jembatan, Dina selalu meminta dukungan doa dari teman-teman dan keluarga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun