Mohon tunggu...
Siska Dewi
Siska Dewi Mohon Tunggu... Count your blessings and be grateful

Previously freelance writer https://ajournalofblessings.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Wahai Bumil, Waspadai Diabetes Gestasional

21 November 2020   06:30 Diperbarui: 22 November 2020   08:36 430 72 15 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Wahai Bumil, Waspadai Diabetes Gestasional
Woman photo created by freepik - www.freepik.com

Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang berkembang selama kehamilan pada wanita yang belum menderita diabetes. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), setiap tahun, 2% hingga 10% kehamilan di Amerika Serikat diwarnai diabetes gestasional.

Dilansir dari laman Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (kemkes) Indonesia, prevalensi diabetes gestasional di Indonesia mencapai kira-kira 1 dari 7 kelahiran.

Memahami cara mengelola diabetes gestasional akan membantu memastikan Anda memiliki kehamilan dan bayi yang sehat. Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

Gejala dan Dampak Diabetes Gestasional

Lola (nama samaran) berusia 32 tahun ketika hamil anak pertama. Selain faktor usia, Lola tidak memiliki faktor risiko lain. Saat kehamilannya mencapai trimester kedua, Lola sering mengeluh lelah dan merasa penglihatannya buram.

Dokter kandungan mengatakan bahwa apa yang Lola alami mengindikasikan gejala diabetes gestasional. Namun, supaya lebih pasti, beliau menyarankan Lola untuk konsultasi ke dokter konsultan endokrin-metabolik-diabetes (dokter dengan gelar SpPD, KEMD).

Dilansir dari laman P2PTM Kemkes, diabetes gestasional secara umum tidak menunjukkan gejala. Namun pada saat gula darah melonjak tinggi (hiperglikemia) beberapa wanita hamil dengan diabetes gestasional dapat merasakan gejala-gejala berikut:

  • Sering buang air kecil terutama pada malam hari
  • Sering merasa haus
  • Mudah merasa lelah
  • Mulut terasa kering
  • Penglihatan buram

Saat pemeriksaan oleh dokter subspesialis KEMD, kadar gula darah Lola hampir mencapai 400 mg/dl. Dokter menganjurkan Lola dirawat inap untuk menurunkan kadar gula darah dan memantau kondisi janin.

“Aku shocked karena pada saat MCU sekitar sebulan sebelum hamil, gula darah aku masih dalam rentang normal. Aku sama sekali tidak mengira peningkatannya secepat dan setinggi itu.” Cerita Lola. “Lebih shocked lagi ketika divonis rawat inap.”

Meskipun sempat terkejut, Lola memutuskan untuk mematuhi anjuran dokter. Ia mengingatkan dirinya untuk bersyukur bahwa kondisi diabetes gestasional yang dialaminya terdeteksi cukup dini sehingga dapat diatasi sebelum terlambat.

“Kata dokter, diabetes gestasional membawa risiko preeklamsia. Preeklamsia adalah  kondisi yang berhubungan dengan peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba, yang dapat mengancam kehidupan ibu dan bayi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x