Mohon tunggu...
Anita
Anita Mohon Tunggu... Mahasiswa Magister Pendidikan Ekonomi, FKIP, Universitas Sebelas Maret

Keajaiban adalah nama lain dari Doa

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Isu Keamanan Transaksi E-Commerce di Indonesia

3 Juli 2019   12:52 Diperbarui: 3 Juli 2019   14:20 0 0 0 Mohon Tunggu...

E-commerce telah mendunia bahkan mengindonesia. Segala sesuatu dilakukan dengan menggunakan tranksaksi e-commerce. Konsumen tidak perlu lagi pergi ke luar untuk mambeli makanan dan minuman, cukup memesan dengan menggunakan aplikasi go food. Bahkan untuk mendapatkan transportasi tidak harus menunggu dipinggir jalan, dengan aplikasi gojek maka kita tinggal menunggu di rumah. 

Selain itu, untuk membeli baju tidak harus bersusah payah ke pasar tetapi cukup dengan mengunjungi aplikasi shopee, Lazada, Buka Lapak, Zilingo dan lain-lain. E-commerce mempermudah dalam melakukan transaksi. Sambil guling kasur bisa membeli baju yang kita inginkan dengan bermodalkan Smartphone yang hampir semua masyarakat Indonesia memilikinya.

Penggunaan e-commerce untuk melakukan transaksi dalam berbagai hal membuat terjadinya penyalahgunaan. Menjamurnya penyalahgunaan e-commerce untuk melakukan suatu penipuan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab menjadi sesuatu hal yang harus diperhatikan. 

Hal ini menyangkut bisnis e-commerce di Indonesia yang sangat pesat perkembangannya sehingga keamanan transaksinya harus diperhatikan. Keamanan transaksi e-commerce di Indonesia menjadi isu yang menarik untuk dikaji. Beberapa isu tidak amannya transaksi e-commerce di Indonesia antara lain sebagai berikut:

1. Terjadinya penipuan dalam transaksi

Penipuan yang dilakuakn oleh oknum yang tidak bertanggung jawab biasanya terjadi karena tidak adanya kehati-hatian oleh konsumen. Konsumen percaya begitu saja, tanpa melakukan banyak pertanyaan tentang bagaimana kriteria barang yang akan diterima. Di Indonesia, baik penjual maupun pembeli penah terjerat kasus penipuan dalam transaksi e-commerce.

Kasus penipuan yang dilakukan oleh konsumen biasanya dalam hal pembayaran barang. Hal ini biasanya terjadi pribadi dimana konsumen hanya mentransfer setengah dari harga barang dan akan membayar kekurangannya ketika barang telah diterima. Ternyata, ketika barang telah diterima konsumen tidak menyelesaikan pembayaran dan biasanya langsung memblokir penjual baik nomor handphone maupun media sosial seprti facebook, Instagram, tweeter dan lain-lain.

Kasus penipuan yang dilakukan penjual antara lain mengenai pengiriman barang. Kasus yang biasa terjadi adalah ketika konsumen telah melakukan pembayaran tetapi penjual tidak mengirimkan barang kepada konsumen.

2. Ketidaksesuaian gambar barang dengan yang sebenarnya.

Isu ketidaksesuaian gambar barang yang ditawarkan penjual dengan barang aslinya adalah salah satu hal yang sangat sering dikeluhkan oleh konsumen online shop. Pasalnya barang yag inginkan tidak sesuai dengan ekspektasi. Namun, tidak semua barang yang dibeli secara online tidak sesuai dengan gambar yang dipost penjual. Ada juga konsumen yang puas dengan barang yang dibeli secara online.

Perbedaan gambar barang yang dipost oleh penjual dengan barang aslinya bisa jadi dikarenakan gambar tersebut telah diedit sedemian rupa sehingga tampak bagus sekali. Namun, konsumen yang membeli barang yang tidak sesuai dengan gambar yang dipost penjual karena budget yang dimiliki. Hal ini harus diperhatikan bahwa harga akan sesuai dengan kualitas barang. Barang yang murah akan berbeda kualitasnya dengan barang yang memiliki harga yang mahal. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2