Mohon tunggu...
Anistia Nurhakim Suwardi
Anistia Nurhakim Suwardi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Hidup adalah perjalanan mengumpulkan bekal amal menuju akhirat. Bergabung kompasiana 26 Maret 2021

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Memaafkan Itu Kebutuhan Hati, Kamu Berhak Bahagia

13 Mei 2021   10:00 Diperbarui: 13 Mei 2021   10:00 1985
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Memaafkan mudah namun melupakan hal menyakitkan itu sulit? Meski demikian kita harus berusaha melupakan, karena dengan melupakan kejadian yang menyakitkan akan memberikan kedamaian pada hidupmu. Walau memang tak semua orang layak mendapat maaf, karena ada juga orang yang sudah berbuat salah tidak menyadari bahkan tidak meminta maaf yang bisa jadi menambah luka pada diri kita.

Apapun kondisinya hati kita harus menerima dengan lapang memaafkan orang yang pernah menyakiti, demi ketenangan hati dan pikiran kita. Jadi perkara memaafkan orang lain itu adalah kebutuhan untuk diri kita sendiri.

Memaafkan saat hari raya | Koleksi pribadi Canva
Memaafkan saat hari raya | Koleksi pribadi Canva

Hari raya Idul Fitri Momen Tepat Saling Memaafkan

Memiliki dendam pada seseorang akan memberatkan hati diri sendiri, bagaikan batu yang dimasukkan ke dalam tas, setiap hari batu itu bertambah mengisi tas, apa yang akan dirasakan? Tas tersebut akan menjadi sangat berat. Begitupun dengan hati kita, semakin lama dendam tersimpan semakin berat hati kita dalam menjalani kehidupan, bahkan bisa jadi hingga mengganggu pikiran.

Jadikan hari raya idul fitri sebagai waktu yang tepat untuk memaafkan kesalahan orang lain. Memang waktu untuk memaafkan sebaiknya kapanpun, tidak harus mengkhususkan pada waktu tertentu. Namun setelah melewati bulan ramadan, bulan yang penuh ampunan, kita akan merasakan hari yang fitri, hari dimana kembali fitrah pada kesucian, semoga diri kita bisa menyucikan hati juga dari segala perkara penyakit hati termasuk dendam pada orang yang pernah melukai dan menyakiti.

Hari raya idul fitri, mari kita sambut dengan saling memaafkan. Jikalau orang yang menyakiti tak meminta maaf pun alangkah sebaiknya hati kita ikhlas menerima untuk memaafkan dan melupakan yang telah berlalu. 

Belajar dari hal tersebut, kita jangan menjadi manusia yang sulit mengatakan maaf. Jika melakukan salah dan melukai orang lain segeralah meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan supaya mereka tidak memendam kekesalan, tidak memupuk kebencian kepada kita.

Kata 'MAAF' ini sangat superpower bagi kehidupan antar manusia. Pasalnya dengan mengatakan permohonan maaf perkara bisa selesai, hati yang terluka bisa terobati dengan kata maaf. Maka penting sekali belajar menghargai dan memahami orang lain, belajar untuk membiasakan diri mengucapkan kata maaf. 

Bagi sebagian orang akan sulit mengatakan maaf, karena tidak terbiasa dan akan terasa berat. Bagi sebagian yang lain itu adalah hal yang mudah mengatakan maaf. Padahal ini termasuk perkara penting, yuk kita belajar membiasakan diri mengucap kata maaf dan memaafkan demi menjaga bersihnya hati.

Ingat, memaafkan adalah kebutuhan hati, kebutuhan diri kita. Karena kamu berhak bahagia dalam menjalani kehidupan ini dengan tenang. Memang perlu waktu dan latihan untuk bisa melupakan kesalahannya, tapi memaafkan jauh lebih penting.

Pada hakikatnya memaafkan itu memberi bukan meminta. Berilah maaf pada setiap kesalahan yang orang lain perbuat terhadapmu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun