Birokrasi

Anies Baswedan Sering Di-"bully" Orang Seluruh Indonesia, Salahnya di Mana?

2 Juni 2018   14:50 Diperbarui: 2 Juni 2018   15:18 420 1 1

Saya sering malas membuka Facebook karena hampir setiap hari ada saja status-status teman-teman yang membully orang lain. Ada yang membully Jokowi,  ada yang bully Prabowo, bully anies Baswedan dan lain sebagainya.  

Saya tanya sama tetangga-tetangga dan saudara-saudara, apakah Facebook mereka juga isinya sama? Jawabannya ternyata sama. Setiap hari ada saja orang membully tokoh-tokoh yang ada.

Jadi pertanyaannya kemudian, mengapa Zaman Now ini di media social negeri ini penuh dengan generasi Pembully?

Lanjut,  untuk  soal tokoh-tokoh yang dibully saya coba pisahkan dulu.  Jokowi dan Prabowo dibully warganet saya asumsikan karena itu merupakan aspirasi  menuju Pilpres 2019.  Saya lebih memfokuskan kepada Anies Baswedan.

Salah apa Anies Baswedan hingga dirinya sering dibully oleh orang seluruh Indonesia?

Teman Facebook saya ada sekitar 500 orang.  Separuhnya saya kenal baik mereka karena mereka teman-teman lama saya, teman-teman kecil saya, teman-teman sekolah baik seangkatan, adik kelas dan kakak kelas, serta handai taulan yang ada.

Saya kenal mereka dan tahu saat ini mereka tinggal di kota mana saja.  Ada yang di Medan, di Padang, di Palembang, Jakarta, Bandung, Solo, Jogja, Surabaya, Malang,  Makassar, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda,  Manado, Bali, Flores, Ambon hingga Papua (Jayapura dan Sorong).

Sebagian besar dari teman-teman saya itu bisa terbaca aspirasi politiknya untuk tahun 2019.  Ada yang pro Jokowi dan ada yang pro Prabowo. Saya sendiri tidak kedua-keduanya.  Saya tadinya pendukung Jokowi tetapi sekarang saya sering  sekali mengkritik Jokowi. Dan itu bukan berarti saya pendukung Prabowo.

Yang mengherankan buat saya adalah ternyata Anies Baswedan sering sekali dibully oleh para pendukung Jokowi.  Beberapa teman yang tinggal di Medan, Palembang, Solo, Pontianak, Makassar, Manado, Ambon, Flores dan Papua sering sekali membully Anies Baswedan di Facebook.

Semua kebjijaksanaan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno selalu menjadi sorotan mereka dan omelan mereka. Hampir setiap hari mereka ngerumpi ngomongin kebijakan Anies yang menurut mereka salah besar.

 Ini bagaimana judulnya orang luar Jakarta ngurusin banget urusan warga Jakarta? Hahahaha.

POHON IMITASI DI TROTOAR, YANG SALAH AHOK YANG DIBULLY ANIES

Saking seringnya mereka membully Anies Baswedan , akhirnya terjadi juga salah bully. Bahwa sebenarnya yang salah Ahok karena telah membiarkan Pengadaan Pohon Imitasi yang ditaruh di Trotoar. Pengadaan Proyek Pohon Imitasi  dilaksanakan pada tahun 2017 (zaman Ahok). Pohon itu anggarannya Rp. 8 Juta per pohon dan diadakan oleh Suku Dinas Perindustrian dan Energi sebanyak 63 Unit dan barang itu disimpan di gudang Sudin P&E sejak tahun 2017.

Begitu barangnya keluar dan dipasang, gegerlah seluruh negeri. Anies Baswedan dicaci maki dianggap bodoh, dianggap pemborosan dan lain-lain sebagainya.

Yang membully lebih banyak orang luar DKI. Ini kan aneh. Hehehehe

Tapi ya bagaimana lagi, semua orang yakin mereka yang sering membully Anies itu kebanyakan Ahoker yang belum Move-On.  Pilgub DKI itu sudah terjadi setahun yang lalu.  Tapi  ilusi mereka Pilgub DKI 2017 itu masih berlangsung sehingga mereka sampai sekarang tetap saja membully Anies Baswedan. Wkwkwkwk.

Inilah yang disebut Generasi Gagal Move-On. Dan kalau dibiarkan terus menerus mereka akan menjelma menjadi Generasi Pendendam berikut Generasi Pembully.

Mohon maaf kalau ada pembaca yang termasuk didalamnya yang kemarin salah bully.

Saya berharap stop lah membully Anies Baswedan. Lupakan dendam politik anda. Hargai kecerdasan anda yang paham bahwa Demokrasi itu memang begitu. Tidak setiap saat Idola kita menang dan kita harus menerimanya dan tidak mendendam untuk itu.

Kalau sampai terjadi lagi salah membully gimana? Apalagi bila anda sudah berkali-kali menshare di Medsos tentang informasi yang salah, itu artinya anda sudah memfitnah namanya. Sudah membuat Hoax namanya.

Sadarlah segera. Mumpung bulan puasa. Hehehe. Pisss..  maksud saya adalah Mari kita bersama-sama mewujudkan Indonesia yang damai dan mendukung Demokratisasi negeri ini.  

Done.