Mohon tunggu...
Andri Kurniawan
Andri Kurniawan Mohon Tunggu... Penulis - Lulusan Politeknik Negeri Jember 2022

Tulislah apa yang kamu pikirkan, cintailah apa yang menjadi milikmu. Kita semua berjalan menuju kesuksesan dengan caranya masing-masing, sebab ada yang harus dinanti, didoakan, serta diusahakan.

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Elon Musk Tutup Kantor Utama Perusahaan, Twitter Terancam Dihapus

19 November 2022   07:30 Diperbarui: 19 November 2022   07:38 126
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosok pemilik perusahaan Twitter, Elon Musk (sumber: bbc.com/Noor Nanji)

Gelaran KTT G20 Bali Indonesia baru saja berakhir pada hari Rabu (16/11/22) kemarin. Presiden Jokowi dianggap telah sukses menyelenggarakan KTT G20 yang berjalan cukup meriah serta dapat membawa pesan perdamaian bagi negara-negara di dunia.

Tokoh-tokoh pemimpin negara seperti Presiden Xi Jinping, Joe Biden, PM Rusia turut hadir dalam forum kerjasama multilateral tersebut. Tidak lupa juga dihadiri oleh para tokoh publik, sebut saja pemilik perusahaan Tesla dan Twitter, Elon Musk. Meski hadir secara virtual, nampaknya Elon Musk di KTT G20 agaknya memberikan kesan tersendiri.

Bicara soal Elon Musk, nampaknya kondisi sang billioner dunia tersebut sedang tidak baik-baik saja. Twitter yang merupakan salah satu perusahaan Elon Musk punya baru saja mengadakan PHK besar-besaran, agaknya ada 3.750 pegawai yang dipecat oleh Musk.

"Mengenai pengurangan karyawan di perusahaan Twitter, itu karena perusahaan merugi lebih dari 4 juta dolar AS per hari. Semua orang yang keluar ditawari 3 bulan pesangon, lebih banyak 50 persen lebih banyak dari yang diwajibkan secara hukum," ujar Elon Musk dikutip dari Fox Bussines, Sabtu (06/11/22).

Pegawai yang terkena PHK mulanya memprotes keras keputusan Elon Musk tersebut, karena dinilai sangat mendadak. Beberapa saat berlalu sudah tidak terdengar lagi berita tentang perusahaan Twitter.

Pada Rabu, 16 November lalu, Elon Musk membuat keputusan yang cukup mengejutkan, yaitu memberikan pilihan bagi para pegawainya yang masih bertahan untuk melanjutkan pekerjaan dan membangun Twitter 2.0 atau pergi dari perusahaan, dikutip dari The Hill dan NY Times, Kamis (17/11/22).

Alih-alih bertahan, ratusan pegawai Twitter memilih pergi meninggalkan pekerjaannya karena menganggap Twitter sudah rancu semenjak datangnya Elon Musk, bahkan saat ini Departemen Komunikasi Twitter sudah tidak memiliki pegawai.

Dikutip dari media pemberitaan Reuters, Jumat (18/11/22) kantor perusahaan Twitter akan ditutup sementara dalam kurun waktu yang belum diketahui, menyusul minimnya ketersediaan pegawai, dan Elon Musk akan segera mengadakan pertemuan darurat dengan para insinyur twitter di dunia untuk memperbaiki keadaan.

Lebih lanjut Elon Musk melakukan penutupan sementara ini juga untuk menghindari upaya sabotase dari para pegawai.

"Kebijakan Twitter yang baru adalah kebebasan berbicara, tetapi bukan kebebasan untuk menjangkau. Tweet negatif atau kebencian akan di-deboost  dan didemonetisasi secara maksimal, jadi tidak ada iklan atau pemasukan lainnya ke Twitter," tulis Elon Musk, Sabtu (19/11/22) pada twitter pribadinya.

"Anda tidak akan menemukan tweet kecuali Anda secara khusus mencarinya, yang tidak berbeda dengan internet lainnya," tambahnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun