Mohon tunggu...
Ando Ajo
Ando Ajo Mohon Tunggu... Administrasi - Freelance Writer

Asli berdarah Minang kelahiran Melayu Riau. Penulis Novel Fantasytopia (2014) dan, Fantasytopia: Pulau Larangan dan Si Iblis Putih (2016). Find me at: andoajo.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Para...

23 Oktober 2015   17:53 Diperbarui: 23 Oktober 2015   18:17 234
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

“Tunggu dulu,” sergah Phill, lantas berpaling pada Luna. “Apa maksud semua ini?!”

“Aku yang harusnya bertanya, Phill…!” jerit Ibunda Luna.

“Ka-kalian saling mengenal…?!” imbuh Luna menengahi.

“Terlalu mengenal,” sahut sang ibu. “Dan kau, anak sialan… apa tidak ada laki-laki lain yang bisa kau ajak tidur di kamarmu, haa…?!”

“Hei,” Phill benar-benar mengelam. Bahkan menggigil memandang wajah wanita yang sepantaran dengan dirinya itu. “Ja—jangan bilang, di-dia…”

Wanita itu meludah kencang, tepat mengenai dada Phill. “Benar…!” jeritnya. “Dia anakmu. Jahanam. Kau, kau menghamili anakmu sendiri. Darah dagingmu. Laki-laki terkutuk, ini yang akan kaudapatkan. Teruskan saja pesonamu, jahanam…!”

Luna tak lagi bisa mendengar jeritan sang ibu, tak pula bisa merasakan pijakan kakinya. Hal terakhir yang ia ingat, bahwa ibu dan ayahnya telah lama berpisah meski tanpa ada pernikahan, dan itu jauh sebelum ia lahir. Tapi…

Luna terhempas, pingsan. Phill telah berusaha menangkap tubuhnya, namun terlambat. Kepala gadis itu membentur sudut meja, meninggalkan luka menganga di bawah dagu dari beling tajam yang tercipta karena benturan.

 

“Luna…”

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun