Mohon tunggu...
Soul Traveler
Soul Traveler Mohon Tunggu... -

Programmer, Musician, Special Traveler.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Apakah Orang-orang Non-Muslim Bisa Masuk Surga? (A Muslim's View)

30 Maret 2014   20:14 Diperbarui: 3 Juli 2017   11:17 106068
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Assalamualaikum!

Saya mendapati banyak rekan-rekan saya yang beragama Islam yang beranggapan bahwa orang-orang selain Islam, termasuk Kristen, Buddha, dan Hindu tidak akan bisa masuk surga karena tergolong orang-orang kafir. Dengan anggapan seperti itu, mereka kerap menyindir kawan-kawan mereka yang non-muslim sebagai kelompok yang hidup sia-sia karena sebaik apapun mereka di dunia, tidak akan mendapatkan balasan surga di kemudian hari.

Saya di sini ingin lebih menjelaskan pandangan Islam mengenai siapa-siapa saja yang dikehendaki Allah (Tuhan dalam Islam) untuk masuk ke dalam surga-Nya. Untuk itu, saya akan mengambil beberapa referensi.

1. Surat Al-Fatihah

Di dalam surat Al-Fatihah, terdapat dua ayat yang terjemahan isinya sebagai berikut, "Tunjukilah kami jalan yang lurus," dan "(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang DIMURKAI dan bukan (pula jalan) mereka yang SESAT.".

Ada yang menarik dalam ayat ini, karena Allah membedakan antara orang-orang yang Ia murkai dengan orang-orang yang sesat. Setelah bertanya kepada beberapa Guru-Guru Agama Islam saya sewaktu sekolah dulu, dapat diperkirakan bahwa (menurut Islam) orang-orang yang dimurkai oleh Allah adalah orang-orang Yahudi, karena telah menolak ajaran Nabi Isa a.s. dan Nabi Muhammad s.a.w serta menuduh Nabi Isa a.s. sebagai Masih/Messiah palsu. Padahal, Nabi Isa a.s. pada saat itu telah menunjukkan mukjizat-mukjizat yang menandakan bahwa ia adalah seorang Nabi dan Masih bagi kaum Israel.

Saya juga menonton sebuah video ceramah dari Ustadz Abdurrahem Green, yang memiliki seorang teman Yahudi. Sang Ustadz menceritakan pengalamannya berdiskusi dengan teman Yahudi-nya ini. Ternyata, teman Yahudi-nya tersebut mengatakan bahwa sesungguhnya orang-orang Yahudi itu tahu bahwa Nabi Isa a.s. membawa ajaran Allah, tetapi mereka memang hanya ingin mengejar kemenangan dan kekuasaan di dunia saja. Intinya, orang-orang Yahudi di sini MENGETAHUI bahwa Nabi Isa a.s. membawa ajaran Allah yang benar, sama seperti nabi-nabi pendahulunya, tetapi mereka MENOLAK ajaran yang dibawanya.

Bagaimana dengan orang-orang yang sesat? Sesat atau tersesat adalah situasi di mana seseorang tidak mengetahui apa yang sebenarnya adalah kebenaran. Seperti jika kita baru mengunjungi sebuah daerah baru, pastinya kita akan kebingungan dan berpotensi akan tersesat. Orang-orang yang disebutkan secara utama dalam ayat ini bisa dikatakan adalah umat Kristiani. Perbedaan mendasar pada ajaran Islam dan Kristen adalah mengenai siapa itu Yesus/Nabi Isa. Umat Kristen percaya bahwa Yesus/Nabi Isa adalah bagian dari Allah (Spirit OF God), atau bisa dikatakan jelmaan Allah dalam bentuk manusia.

Di dalam Islam, Nabi Isa a.s. adalah manusia yang istimewa karena ruhnya ditiupkan langsung oleh Allah ke rahim Maryam/Maria, karena itulah dalam islam Nabi Isa a.s. disebut sebagai "Ruh dari Allah" (The Spirit FROM God), bukan ruhnya Allah. Umat Islam percaya bahwa Nabi Isa a.s. tidak pernah disalib, melainkan diangkat ke surga-Nya, sedangkan yang disalib adalah Judas. Di dalam ajaran Kristen, Nabi Isa a.s. disalib untuk menebus dosa umatnya. Pandangan umat Kristen mengenai disalibnya Nabi Isa a.s. ini kemungkinan besar terbentuk karena sebagian pengikut Nabi Isa a.s. saat itu tidak mengetahui bahwa Nabi Isa a.s. telah diselamatkan oleh Allah, sedangkan mereka salah mengira Judas yang wajahnya telah dimiripkan dengan Nabi Isa a.s. sebagai Nabi Isa a.s. yang asli. Kepercayaan ini kemudian diturunkan ke penerus-penerus generasi mereka.

Berdasarkan hal tersebut, dapat kita lihat bahwa sebenarnya umat Kristiani ingin sekali menapaki jalan Allah yang lurus, tetapi nenek moyang mereka sempat keliru dengan ajaran-Nya. Kekeliruan ini kemudian turun-temurun menjadi paham yang membuat mereka berbeda dari umat Islam. Di dalam Al-Qur'an disebutkan, bahwa yang akan masuk surga adalah yang beriman kepada Allah dan yang akan masuk neraka adalah orang yang lalai dan ingkar terhadap ajaran Allah. Berdasarkan ayat tersebut, dapat diperkirakan bahwa bisa saja Allah memberikan ampunan kepada umat Kristiani yang telah tersesat selama hidupnya. Namun tentunya, amal mereka juga akan ditimbang. Tidak mungkin seorang manapun termasuk Muslimin, jika amal perbuatan di dunianya buruk, akan bisa masuk surga tanpa melewati neraka.

2. Kembalinya Nabi Isa a.s.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun