Mohon tunggu...
KOMPAS.COM
KOMPAS.COM Mohon Tunggu...
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno dan otomotif secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Tiuh Karta, Menjadi Pusat Pengembangan Lele Sangkuriang

23 November 2018   23:50 Diperbarui: 24 November 2018   00:06 0 2 1 Mohon Tunggu...
Tiuh Karta, Menjadi Pusat Pengembangan Lele Sangkuriang
(dok. pribadi)

KOMPAS.COM, Tulang Bawang Barat - Berani mencoba alias tidak takut gagal adalah prinsip yang mengantarkan sejumlah pemuda untuk sukses menjadi pengusaha lele sangkuriang di Tiuh Karta.

Dengan modal terbilang mini, ke enam pemuda ini berhasil mengembangkan bisnis lele hingga meraup omzet jutaan dalam waktu tiga bulan.

Yang ada saat ini berjumlah sepuluh karamba, masing masing pemilik nya yakni : Suratman, Suwandi, Syawaludin, Abdi Purba Umar, Budi, Dan Dedy Surya.

suratman (dok. pribadi)
suratman (dok. pribadi)
"Pengetahuan saya tentang budidaya lele sangat terbatas saat ini. Tapi, saya bertekad mencobanya," kata Syawal salah satu dari rekannya.

(dok. pribadi)
(dok. pribadi)
Bermodal awal Rp 2,8 juta dari kocek sendiri, dia membelanjakan 4.000 bibit lele sangkuriang, pakan lele, dan jaring untuk pembuatan karamba di kolam dekat dengan sungai Batang Hari Way Kiri.

Lantaran, belum tahu banyak soal budidaya lele, tingkat kematian lele sangat besar. Ketika itu, hanya 60% bibit lele yang mampu bertahan.

Meski begitu, selang tiga bulan, Syawal berhasil menikmati hasil panen pertamanya sebanyak 250 kg. Melihat hasil yang cukup menggiurkan, Syawal memutuskan untuk serius menggeluti budidaya lele sangkuriang. Tak heran, dia belajar lebih mendalam soal budidaya lele.

Apalagi kata Syawal, kala itu lele sangkuriang merupakan varietas yang unggul. Bahkan, hasil riset pemerintah yang ia baca menyebutkan, masa panen jenis lele ini lebih cepat, yakni hanya dua bulan.

Daya tahan terhadap penyakit dan perubahan suhu pun lebih baik dibandingkan jenis lain, seperti lele dumbo. Jadi, dia bisa mengantongi omzet sekitar Rp. 5 juta. Sistem penjualan ke pelanggannya tak hanya tersebar di Tulang Bawang Barat saja, ada juga yang dari Lampung Utara dan Way Kanan.

(Aan chieky)