Mohon tunggu...
Anas AlMasyhudi
Anas AlMasyhudi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Akun biasa lur

Just and ordinary man

Selanjutnya

Tutup

Money

Mahasiswa Undip Membuat Kajian Mengenai Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Perspektif Kota Hijau dalam Kegiatan KKN Tim I 2021/2022

16 Februari 2022   11:32 Diperbarui: 16 Februari 2022   11:40 197
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Spot Foto di Kelurahan Bergas Lor

Sumber: Dokumentasi Penulis

     

20220112-165358-620c7de9bb448660782e6392.jpg
20220112-165358-620c7de9bb448660782e6392.jpg

Kafe Lodji Londo

Sumber:Dokumentasi Penulis

20220112-164039-620c7dd581e41527c77a8056.jpg
20220112-164039-620c7dd581e41527c77a8056.jpg

Pabrik Mortar

Sumber: Dokumentasi Penulis

Kabupaten Semarang, Bergas Lor (12/2) – Mahasiswa dari Tim 1 KKN Universitas Diponegoro tahun 2021/2022 melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dimulai pada tanggal 5 Januari 2022 hingga 15 Februari 2022. Walaupun kegiatan KKN tersebut dilaksanakan disaat pandemi virus Covid-19 masih berlangsung, hal tersebut tidak menjadi penghambat bagi mahasiswa untuk tetap dapat melaksanakan kegiatan KKN dengan maksimal. Dalam rangka memberikan pengabdian dan kontribusi nyata kepada masyarakat di Kelurahan Bergas Lor, Tim 1 KKN Undip membuat kajian dengan judul “Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Perspektif Kota Hijau”. Kajian tersebut ditulis dengan berdasar pada kondisi aktual dan faktual terkait dengan potensi perekonomian lokal yang dapat ditingkatkan di Kelurahan Bergas Lor.

      Dewasa ini, dinamika globalisasi memang telah meruntuhkan sekat sekat antar negara bangsa. Namun, runtuhnya sekat ini juga berdampak pada ketimpangan pembangunan akibat paradigma neoliberalisme yang die elu elu kan oleh beberapa tokoh di era 70-an sebagai solusi kegagalan Keynesianisme. Dalam kaitannya dengan pembangunan di Indonesia, ketimpangan terjadi terutama antara kawasan urban dengan kawasan rural (desa). Selain itu, pembangunan ekonomi  pada awal era munculnya neoliberalisme yang di dukung oleh gencarnya globalisasi hanya berfokus pada keunggulan komparatif dan homogenisasi sector ekonomi (Gibbs, 2002). Hal ini selanjutnya memunculkan perubahan paradigma ekonomi yang kemudian berfokus pada aspek lokalitas dan kelestarian lingkungan sebagai solusi atas krisis ekologi yang tak kunjung usai (Tomlinson dalam Mardiansjah &Riyanto, 2018). Berangkat dari permasalahan ini penulis sebagai mahasiswa KKN mencoba menganalisa peluang maupun kendala PEL (Pengembangan Ekonomi Lokal) yang berbasis perspektif Kota Hijau sebagai alternatif solusi krisis ekologi. Penulis lantas menggunakan perspektif Pengembangan Ekonomi Lokal Berkelanjutan sebagai pisau analisis dalam kajian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun