Mohon tunggu...
Abdul Muis Syam
Abdul Muis Syam Mohon Tunggu... Jurnalis - Terus menulis untuk perubahan

Lahir di Makassar, 11 Januari. Penulis/Jurnalis, Aktivis Penegak Kedaulatan, dan Pengamat Independen. Pernah di Harian FAJAR Makassar (Jawa Pos Grup) tahun 90-an. Owner dm1.co.id (sejak 2016-sekarang). Penulis novel judul: Janda Corona Menggugah. SALAM PERUBAHAN.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Penolakan Ahok Makin Gencar, Rizal Ramli Kian Diincar

21 Agustus 2016   14:13 Diperbarui: 22 Agustus 2016   22:09 3381
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(Ilustrasi/repro-desain: Abdul Muis Syam)

Sementara itu, dalam pengarahannya kepada seluruh kader BM-PAN, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais, terang-terangan menyerukan agar tidak memilih Ahok pada Pilgub DKI Jakarta 2017.

Bahkan, Amiien Rais menegaskan, bahwa sekalipun Ahok menjadi seorang muslim, Amien tetap bulat menolak Ahok. “Kita tidak memilih Ahok bukan karena agamanya, bukan karena rasnya. Ahok itu tidak boleh lagi jadi Gubernur karena dia itu beringas, dia bengis, dan hampir menyerupai bandit,” lontar Amien, di Jakarta, Sabtu (20 Agustus 2016).

Tidak cuma itu, Amien juga menyebut bahwa Ahok adalah bagian dari kepentingan global. “Jangan lupa dia (Ahok) adalah antek global. Bukan karena agama, bukan karena ras, tapi karena ini Gubernur sudah kelewatan,” tegas Amien lagi.

Senada dengan itu, Ketua Umum DPP-PAN, Zulkifli Hasan, juga meminta PDI-P hendaknya tidak mendukung Ahok. Permintaan itu dilontarkan Zulkifli kepada Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto.

“Pak Hasto yang saya hormati, selalu komunikasi intens untuk kepentingan bersama, walaupun soal DKI, soal Jakarta, saya dengan Pak Novanto (ketum Golkar) tak sama. Tapi, saya yakinkan Pak Hasto jangan mempertaruhkan keragaman,” ujar Zulkifli seraya mengajak Hasto untuk tidak ikut-ikutan mendukung Ahok seperti yang dilakukan Golkar setelah Setya Novanto terpilih sebagai ketua umum.

Rizal Ramli Kian Diincar

Jika Ahok kini gencar mendapat penolakan, sosok Rizal Ramli justru kian diincar (diaspirasikan) dan kebanjiran dukungan dari warga di seluruh lapisan beserta para tokoh-tokoh masyarakat di semua kalangan, yakni untuk dapat segera maju bertarung pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Dukungan terhadap Rizal Ramli itu bahkan sangat transparan dan murni dari rakyat, yakni di antaranya, kaum marhaenis nelayan, pedagang pasar, para buruh, intelektual (akademisi), pelajar dan mahasiswa, seniman, aktivis pergerakan, dan lain sebagainya.

Berikut adalah daftar sementara pihak yang telah menyatakan bertekad untuk bergotong-royong mendukung Rizal Ramli:

1. Jaringan Nasional Indonesia Baru (JNIB)
2. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)
3. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Jakarta
4. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta
5. Forum Kerukunan Nelayan Muara Angke
6. Korban Gusuran Taman Aquarium Pasar Ikan
7. Generasi Muda Kong Hu Cu
8. Pedagang Tanah Abang
9. 64 OKP di bawah KNPI Jakarta
10. Komunitas Jakarta Tanpa Tangis
11. Gerakan Jakarta Memanggil
12. Liga Pemuda Indonesia
13. Forum Aktvis Gerakan Mahasiswa 77/78
14. Persatuan Pemuda Minang se-Indonesia
15. Gerakan Relawan Orang (bentukan Ahmad Dhani)
16. Komunitas Tionghoa Anti Korupsi
17. Badan Musyawarah Masyarakat Betawi
18. Koalisi Perbaiki Jakarta
19. Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Jakarta
20. Aliansi Gerakan Selamatkan Indonesia
21. Ikatan Keluarga Perantau Turawan (IKPT) Jaya --- (update)
22. Forum RT/RW se-DKI Jakarta --- (update)

Para pendukung yang terdiri dari organisasi maupun forum atau komunitas tersebut di atas, tentu saja meminta kepada partai-partai politik yang mengaku berpihak kepada rakyat, kiranya dapat bergotong-royong mengusung Rizal Ramli sebagai sosok yang layak memimpin Ibukota Jakarta karena memang amat didambakan oleh rakyat, terutama rakyat kecil.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun