Lihat ke Halaman Asli

Beberes Rumah Tak Punya Gender

Diperbarui: 15 September 2022   20:42

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: persintelligent.com

"Laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama" merupakan sebuah semangat yang selalu digaungkan oleh R.A. Kartini sehingga banyak menginspirasi kaum perempuan di Indonesia untuk memperjuangkan kesetaraan gender. 

Sejak zaman kerajaan-kerajaan hingga sekarang, banyak sekali stigma dalam masyarakat yang mengatakan bahwa laki-laki selalu unggul dalam segala aspek kehidupan. 

Hal ini pun menyebabkan terciptanya peraturan secara tak tertulis bahwa laki-laki harus bekerja mencari nafkah sedangkan perempuan hanya mengurus pekerjaan rumah.

Tumbuh dan berkembang dilingkungan yang mayoritas penduduknya masih kental dengan adat-istiadat Jawa membuat penulis sadar bahwa budaya laki-laki mencari nafkah dan perempuan mengurus rumah sudah tertanam sejak kecil. 

Banyak sekali peristiwa di lingkungan sekitar penulis yang jika dilihat para pria dewasanya berangkat kerja sejak pagi sedangkan istrinya hanya mengurus anak dan segala pekerjaan rumah. 

Sesampainya di rumah pun kadang para pria yang baru selesai makan tak mau mencuci piring karena sudah tertanam mindset dari kecil bahwa cuci piring itu pekerjaan wanita bukan laki-laki.

Sebuah budaya diturunkan dari generasi ke generasi dan agar budaya dapat bertahan, pesan dan elemen penting tidak hanya dibagikan tetapi juga diteruskan ke generasi mendatang (Samovar, 2015). Begitu juga dengan budaya "membersihkan rumah hanya untuk perempuan" yang tidak mungkin muncul secara tiba-tiba. Budaya tersebut pasti terbentuk karena generasi sebelumnya menciptakannya dan diturunkan dari generasi ke generasi. 

Ketika seorang orang tua mengajarkan sesuatu kepada anaknya mulai dari kecil, anak akan secara otomatis mengingat dan mempelajari apa yang diajarkan oleh orang tua mereka (Samovar, 2015). 

Mulai dari hal tersebut 'apa yang diajarkan orang tua' akan selalu diingat oleh anak hingga ia dewasa dan akan menurunkan apa yang diajarkan oleh orang tuanya ke generasi selanjutnya dari si anak. Dari sinilah sebuah budaya diturunkan dari generasi ke generasi selanjutnya. 

Meskipun budaya "Laki-laki mencari nafkah, perempuan membersihkan rumah" tidak seratus persen salah, namun di masa sekarang relevansi dari pernyataan tersebut sepertinya sudah menurun. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline