Lihat ke Halaman Asli

Sesilia Ivena

Mahasiswa

AESPA, Girlgroup Baru SM Entertaiment dengan Teknologi Avatar

Diperbarui: 11 Desember 2020   22:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hiburan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Dunia musik K-Pop (Korean Populer) baru saja kedatangan girlgroup baru yaitu Aespa. Aespa merupakan project salah satu agensi terbesar di Korea Selatan yaitu SM Entertaiment, yang menaungi beberapa group terkenal lainnya seperti boygroup EXO dan Super Junior. Semenjak dikeluarkannya kabar mengenai debut girlgroup ini, line-up mengenai membernya sangat dinantikan oleh para menikmat musik K-Pop. 

Tak hanya itu, nama Aespa sudah menjadi perbincangan hangat karena konsepnya yang cukup unik. Dilansir dari CNN, Aespa merupakan girlgroup dengan konsep digital. Statment ini dinyatakan sendiri oleh Lee Sooman, pendiri dari SM Entertaiment. Konsep Aespa merupakan penggabungan antara para anggota di dunia nyata yang digabungkan dengan avatar (digital) dari keempat membernya. Oleh karena itu, Aespa akan menjadi group pertama yang menggunakan pergabungan antara vocaloid dan manusia.

Debut pada tanggal 17 November 2020 dengan single pertama berjudul Black Mamba, girlgroup yang beranggotakan Karina, NingNing, Giselle dan  Winter ini sukses membuat penonton tertegun melihat visual dan penampilannya. Video Clip yang diunggah akun YouTube milik Aespa pada tanggal 17 November 2020 sukses mendapat 1 juta views dalam waktu 2 jam dan 10 juta views dalam waktu 9 jam.

Aespa akhirnya mengadakan debut stage pada tanggal 19 November 2020. D alam stage tersebut ditampilkan interaksi antara mamber nyata dengan avatar mereka. 


Debut stage itu berhasil menarik perhatian dan banjir komentar pujian dari penggemar. Dalam hal ini, SM Entertaiment berhasil memenuhi ekspetasi dari penggemar. Respon positif dari membuat lagu 'Black Mamba' masuk ke dalam Top Card di salah satu platform musik yaitu, MelOn Music. Pencapaian tersebut dapat dikatakan sebagai pencapaian yang cukup hebat di industri  K-Pop. Pasalnya, untuk group musik baru akan sulit dikenal dengan cepat mengingat persaingan industri entertaiment di Korea Selatan sangatlah ketat. Hampir setiap bulan, ada saja agensi baik yang besar ataupun yang kecil mendebutkan girlgroup/boygroup baru. 

Karena banyaknya 'pesaing' membuat peluang girlband/boyband baru menjadi lebih sulit. Belum lagi, persaingan dengan group senior mereka. Maka dari itu, untuk langsung memiliki banyak penggemar dan musiknya terkenal hingga manca negara adalah sebuah hal yang sulit.  Tingkat kepupoleran dan pencapaian yang diterima oleh Aespa diyakini karena adanya campur tangan dari agensinya yaitu SM Entertaiment. 

Bagi pencinta K-Pop, tidak ada yang tidak mengenal SM Entertaiment. Agensi yang diatasi oleh Lee Soo-man ini menjadi agensi terbesar dan tertua dalam sejarah industri musik K-Pop. SM Entertaiment didirikan oleh Lee Soo-man pada tahun 1995 dan hingga kini menjadi agensi yang membawa pengaruh sangat besar bagi penyebaran budaya Korea Selatan. Salah satu groupband yang berhasil membawa nama Korea Selatan adalah H.O.T. Setelah itu disusul oleh soloist, BoA yang berhasil laris di pasar musik Jepang.

Keberhasilan SM Entertaiment semakin meningkat ketika didebutkannya groupband lain seperti TVXQ, Super Junior, SNSD, SHINe, F(x), EXO, Red Velvet, NCT dan kini Aespa. Kehadiran girlgroup dan boygroup ini menjadi batu loncatan kembali bagi SM Entertaiment dalam generasi yang baru. Kini, SM Entertaiment tidak hanya bergerak dibidang industri musik, tetapi bergerak juga dibidang drama dengan menyumbangkan aktor dan aktris. Tak hanya itu, SM Entertaiment memiliki cabang-cabang di negara lain seperti China, Jepang, bahkan Indonesia. SM Entertaimen juga memilih untuk melebarkan sayapnya dengan memiliki anak agensi seperti Woollim Entertainment, Label SJ, KEYEAST, dan SM C&C.  

K-pop Industry yang telah menguasai media di Asia dan juga diseluruh penjuru dunia. Hal ini dimanfaatkan oleh pemerintah Korea Selatan sebagai salah satu bentuk diplomasi publik. Keberadaan K-Pop membawa pengaruh yang luar biasa bagi Korea Selatan. Ini semua diawali ketika penjualan album H.O.T laku 1 juta copy ketika kondisi perekonomian Korea Selatan sedang buruk-buruknya. Selain itu, K-Pop juga digunakan sebagai pengenalan budaya, makanan dan sejarah mengenai Korea Selatan.

Over the past few years, Korean popular culture, including soap operas, music, and films, has gained a popularity in East Asia that is now spreading to other regions with low cultural and geographical proximity, such as North America, the Middle East, and Europe (Mc Phail, 2014). Perkembangan ini menjadikan adanya sebutan Korean Hallyu atau biasa yang dikenali dengan demam Korea. Saat ini, industri hiburan Korea berhasil menguasai sebagian besar media.

Kekuatan ini membuat pemerintah tak segan mengeluarkan biaya khusus dalam mengembangkan dunia industri ini. Pemerintah memajukan teknologi dan juga menyediakan akomoditas yang diperlukan oleh setiap agensi dan group dalam segala kegiatannya. Penggunaan-penggunaan media seperti layar digital sampai teknologi digital lainnya sudah tersedia di Korea Selatan. Oleh sebab itu, tidak heran saat ini ada girlgroup berkonsep virtual avatar seperti Aespa. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline