Lihat ke Halaman Asli

agus s

Literasi

STKIP PGRI Ponorogo Turut Mengembangkan Literasi Desa

Diperbarui: 24 Juli 2019   23:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

foto bersama selepas literasi desa| dokpri

Ponorogo- Pembangunan desa tidak saja secara infrastruktur melainkan pembangunan sumber daya manusianya. Pembangunan nonfisik ini salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan literasi desa. Seperti yang dilakukan desa Bekare, Kecamatan Bungkal, Ponorogo dengan menyelenggarakan pelatihan jurnalistik bagi kelompok informasi masyarakat (Selasa, 23 Juli 2019).

Kegiatan yang melibatkan Kominfo Kabupaten Ponorogo, Perpustakaan Daerah (Perpusda), dan Dr.Sutejo, M.Hum praktisi literasi itu bertujuan untuk pengembangan kelompok informasi masyarakat (KIM) desa Bekare. Juga upaya untuk memberikan pelatihan literasi kepada kelompok masyarakat.

"Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan dalam mengolah data dan informasi yang nantinya disampaikan kepada masyarakat," Ujar Siswandi selaku kapala desa Bekare.

Data dan informasi yang dimaksud berkaitan dengan pengembangan website desa Bekare. Web ini dinilai oleh Siswandi sebagai elemen penting untuk menyampaikan berbagai informasi desa kepada masyarakat. Termasuk di dalamnya berbagai kegiatan desa maupun masyarakat yang bisa diunggah di website.

"Dibutuhkan semacam tim humas untuk pengembangan website desa ini," tutur Sugeng Tri Wiyono selaku Kominfo Ponorogo.

Pihaknya juga menambahkan peranan humas yang nantinya harus mampu bergerak dan mampu menghubungkan dengan masyarakat. Sehingga, segala bentuk kegiatan maupun kejadian mampu ditangkap sebagai informasi penting bagi masyarakat.

Dilain pihak, Sutejo selaku praktisi literasi mengapresiasi kegiatan literasi desa itu. Seluruh lapisan masyarakat harus menyadari akan makna penting literasi. Terlebih literasi desa sebagai upaya untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia.

Dalam kesempatan itu, sutejo memberikan masukan untuk pengembangan website desa Bekare yang telah dirintis. Penting adanya pojok desa, artikel, berita kegiatan desa, bahkan yang berbau humor semacam anekdot. Pihaknya juga mengajak kelompok masyarakat yang hadir untuk belajar literasi.

"Menulis itu seperti naik sepeda, berenang dan menerbangkan pesawat," ujar ketua STKIP PGRI Ponorogo itu.

Analogi itu memberikan pemahaman menulis itu mudah dan butuh latihan secara berulang. Sutejo memberikan contoh menulis tentang berbagai mitos yang berkembang di Bekare. Mitos ini dekat dengan masyarakat dan mudah untuk ditulis. Hal senada juga disampaikan Sapta Arif selaku humas STKIP PGRI Ponorogo yang menerangkan ide menulis cerpen bisa berangkat dari kejadian atau peristiwa unik.

Peserta yang mayoritas ibu-ibu itu sangat antusias. Terlihat begitu tekun menulis materi dan tenang menyimak. Meskipun beberapa kali terlibat candaan bersama Sutejo, namun selepas itu kembali fokus.  Antusias peserta ini terlihat ketika salah satu peserta Nasriani mengajukan pertanyaan terkait mangatasi macet ketika menulis.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline