Lihat ke Halaman Asli

Gatot Tri

TERVERIFIKASI

Swasta

Sudah Jaga Diri Selama Pandemi, Kini Kita Mesti Jaga Data Pribadi

Diperbarui: 16 September 2022   15:30

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Apakah dia sosok hacker yang meretas data pribadi kita? :) (foto ilustrasi oleh Pixabay/Pexels)

Kabar tentang bocornya data pribadi di dunia maya menjadi pembicaraan di ruang-ruang diskusi. Ada yang khawatir, ada yang geram tapi ada juga yang menanggapinya dengan biasa-biasa saja.

Jujurly, saya kurang paham tentang alur data-data pribadi kita sejak diretas hingga dimanfaatkan oleh pihak tertentu dengan tujuan cuan. Saya juga kurang paham seberapa tinggi nilai ekonomi dari data-data pribadi saya.

Mungkin bukan data orang per orang, melainkan paket data yang bisa berisi ribuan bahkan jutaan data personal dari berbagai lapisan masyarakat. Kalau jumlahnya sudah segitu, mungkin data-data itu baru bernilai.

Para peretas data mungkin bisa memetakan sesuatu dari jutaan data personal sehingga menjadi sebuah informasi berharga. Mungkin digunakan untuk pemasaran, atau proyek tertentu? Yang jelas jutaan data personal adalah tambang bagi mereka yang paham cara mengolahnya dan memanfaatkannya.

Tapi yang dikhawatirkan dari peretasan data pribadi adalah bila data-data tersebut digunakan untuk menyerang figur tertentu. Nah, rasanya itu sudah terjadi. Sampai-sampai pejabat yang datanya diduga diretas dan disebarkan ke khalayak harus melakukan klarifikasi, bahkan ada yang ganti nomor ponsel.

Waduhhh... Data personal para pejabat saja berhasil dikuliti sama the so-called hacker, apalagi kita sebagai warga biasa? Bagaimana kalau itu menimpa diri kita atau anggota keluarga kita?

Lantas, apa yang harus kita lakukan?

Saya pribadi tidak terlalu ambil pusing bila data personal saya tersebar ke mana-mana. Ya mau bagaimana lagi? Tidak ada yang bisa saya lakukan selain berharap data personal saya tidak termasuk bagian dari paket data yang bocor itu.

Ini seperti pasrah saja dengan keadaan karena memang tidak ada yang bisa kita lakukan. Kita bukan warga Eropa dimana data personal warga sana diawasi secara ketat. Mungkin karena pemerintahan negara-negara di Eropa punya sudut pandang bahwa warga negara mereka adalah aset penting sehingga data-datanya mesti dijaga.

Sebagai informasi, kebijakan proteksi data di Uni Eropa adalah yang terkuat di dunia. Perlindungan data personal di Uni Eropa dianggap sebagai hak fundamental atau hak asasi manusia. (sumber: Council of the EU and the European Council)

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline