Lihat ke Halaman Asli

J&T Express Adalah Jawaban Logistik di Era Industri 4.0

Diperbarui: 15 Desember 2019   03:41

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dok.istimewa

12-12-2012 adalah sebuah tanggal cantik yang pada akhirnya resmi dijadikan sebagai sebuah 'hari raya' E-commerce Indonesia yang diberi tajuk Hari Belanja Nasional, atau yang lebih sering akrab disebut dalam  sebutan akronimnya, Harbolnas.

Harbolnas, adalah sebuah hari yang sering dinanti-nanti pada setiap tahunnya oleh para customer-nya, tak terkecuali saya. Bagaimana tidak, karena ibaratnya mereka yang 'berulang-tahun', tetapi malah kami sebagai customer yang diberi 'hadiah'. Mulai dari give away, sale, bundling promo dan lain-lain.

Tahun 2019 ini menjadi tahun ketujuh dari perayaan Harbolnas, dan dengan ini secara tidak langsung menjadi ajang pembuktian nyata bahwa era memang betul-betul sudah berubah. Kita memang sudah mulai melaju memasuki era industri 4.0.

Pasar lambat laun kini mulai beralih dari yang tadinya tradisional dan konservatif, dimana barang dagangnya harus dapat disentuh. Kini sedikit demi sedikit mindset-nya mulai berubah. Semenjak pasar sudah naik ke kelas digital, barang dagang cukup mejeng terpampang di etalase layar kaca dengan tampilan menarik  saja sudah dipastikan dapat menarik customer

Namun kesuksesan pasar e-commerce di Indonesia tidak hadir dalam waktu yang instan, butuh setidaknya lebih dari dua dekade sampai akhirnya ekosistemnya dapat mumpuni seperti sekarang. Dimulai dari tahun 1994 dimana penyedia layanan internet pertama kali hadir di Indonesia hingga pembangunan customer trust yang baik. 

Setelah pasar berubah digital dan barang dagang tak lagi dapat disentuh, diawal mula kehadiran e-commerce, customer sebetulnya disuruh bertaruh apakah barang yang dibelinya melalui jaringan internet itu akan tiba di depan pintu rumahnya tepat waktu atau uangnya hanya akan berakhir menjadi struk transfer bank yang tak lagi bisa menjadi alat tukar. Maka dari itu, yang patut dijaga dalam berbisnis melalui e-commerce adalah customer trust-nya.

Customer trust atau kepercayaan konsumen tentu tak hanya dibebankan kepada si penjual saja, karena selebihnya yang akan banyak mengambil peran setelah transaksi jual-beli terjadi adalah di pihak logistik sebagai ujung tombak terakhir perantara antara si penjual dan si pembeli.

Logistik di industri era 4.0 tentunya tak boleh kalah mutakhir dibandingkan bidang usaha e-commerce, pemanfaatan teknologi sangat dibutuhkan guna membangun customer trust. Seperti real time tracking system yang dimiliki perusahaan logistik J&T Express sebagai contohnya.

Real time tracking system adalah salah satu bentuk pelayanan tepat guna yang dibangun oleh J&T Express sebagai kesungguhannya untuk menciptakan kepercayaan konsumen, karena dengan adanya tracking system tersebut customer tidak perlu lagi cemas akan keberadaan paketnya. Sejalan seperti namanya, real time tracking system, bukan hanya sekedar tracking system biasa, melainkan tracking system yang real time. Artinya dari setiap drop point ke drop point lainnya, kita bisa tahu keberadaan paket kita, lengkap dengan durasi waktu sampai titik ke titik nya.

Oh iya, real time tracking system bisa diakses melalui website J&T Express atau pun melalui aplikasinya yang dapat di-download di App Store dan juga Google Play Store.

dok.istimewa

J&T Express sendiri sebenarnya masih terbilang pemain baru di industrik logistik Indonesia, J&T Express baru berdiri pada tanggal 20 Agustus 2015. Meski baru empat tahun berkarya, spirit J&T Express melalui slogannya "Express Your Online Business" sejalan dengan inovasi-inovasi  pelayanan yang diusungnya.
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline