Lihat ke Halaman Asli

Amadhieaseva

mahasiswa

Toxic Relationship Merusak Mental Health

Diperbarui: 8 Juni 2023   16:31

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber gambar: Mark  Manson

Mungkin kalian disini sudah tidak asing lagi dengan istilah Toxic Relationship. Bagi kalian yang kerap menggunakan sosial media dalam kehidupan sehari-hari, mungkin sudah tidak asing dengan istilah toxic. Istilah tersebut belakangan ini memang kerap digunakan banyak orang. 

Secara mudahnya toxic adalah kondisi seseorang yang kerap membuat suasana atau suatu hubungan, baik itu hubungan pertemanan maupun hubungan cinta, menjadi lebih keruh karena ada salah satu pihak yang menjadi suatu racun dalam hubungan tersebut. Toxic atau racun tersebut sebaiknya harus segera ditinggalkan.

Toxic juga bisa mengarah kepada seseorang yang susah memiliki kebahagian dalam dirinya. Tak jarang orang toxic selalu memandang orang lain memiliki sifat buruk dan selalu berfikir negatif terhadap orang lain. Bahkan bagi orang yang toxic mereka juga memiliki sifat tak begitu suka melihat orang lain kebahagian serta susah mendapatkan kepuasan dalam dirinya. Hal ini menyebabkan orang toxic selalu memiliki pemikiran jika dirinya selalu tidak bahagia dan hidup orang selalu jauh lebih mudah dari dirinya. 

Toxic relationship adalah suatu hubungan yang mana menyebabkan suatu dampak yang sangat tidak sehat baik itu bagi fisik maupun bagi kondisi mental seseorang. Sebenarnya toxic relationship tak hanya terjadi pada hubungan sepasang kekasih saja. Namun toxic relationship juga bisa terjadi pada lingkungan pertemanan hingga ke keluarga. Meski hal tersebut tampak sepele, namun dampak-dampak yang diberikan dengan adanya toxic relationship juga terbilang tidak baik bagi kesehatan mental maupun kesehatan fisik.

Nah, adapun ciri-ciri dari adanya toxic relationship, seperti suka mengontrol dan memanipulasi orang lain, tidak mau meminta maaf dan mengakui kesalahan yang telah diperbuat, suka merendahkan dan meremehkan orang lain, tidak konsisten mereka kerap melanggar setiap hal bahkan suatu hal yang dianggap biasa atau sepele sekalipun, selalu di kontrol oleh pasangan, tidak bisa menjadi diri sendiri, selalu dicurigai dan dikekang, sering dibohongi, sulit berkomunikasi dengan baik, dan yang paling parah mendapat kekerasan fisik. 

Tidak jarang juga toxic relationship bisa mengakibatkan seseorang menjadi depresi akut karena kondisi dari hati dan pikiran seseorang menjadi sangat buruk. Bukan hanya itu saja ada banyak dampak yang disebabkan oleh toxic relationship.

Dalam menjalani suatu hubungan, idealnya setiap individu akan saling menyayangi, mengasihi, dan memberikan rasa aman. Namun, pada toxic relationship ini, salah satu pihak biasanya akan berupaya untuk mendominasi, memanipulasi (gaslighting), maupun sekadar mempermainkan pasangannya (breadcrumbing). 

Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sedang terjebak dalam toxic relationship. Para korban justru menyangkal sikap toxic pasangannya dengan dalih hubungan yang dijalaninya sudah lama atau bertahan atas dasar cinta. Hal inilah yang membuat toxic relationship semakin berlarut-larut. 

Nah, akibatnya hubungan yang toxic membuat korbannya merasa rendah diri hingga memicu gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan, stres, dan depresi. Ditambah lagi, beban mental ini bukannya tidak mungkin menyebabkan gangguan kesehatan fisik, misalnya gangguan psikosomatik atau penyakit jantung.  

Jika kalian sudah terjebak dalam hubungan yang toxic sangat merugikan diri sendiri. Jadi, penting bagi kamu untuk mengenali tanda-tanda toxic relationship dan segera mengambil keputusan yang tepat jika itu terjadi pada hubunganmu dengan cara sadari dan akui jika hubungan yang kamu jalani dengan teman maupun pasangan termasuk ke dalam toxic relationship, pentingnya evaluasi kembali hubunganmu dan tanyakan pada diri sendiri, kurangi ekspektasi terhadap orang-orang yang toxic karena mereka tidak akan berubah bila bukan karena kemauannya sendiri, fokus pada diri sendiri dan lakukan hal-hal yang membuatmu lebih relaks, misalnya yoga, meditasi, atau perawatan diri, batasi waktu dengan orang-orang yang menyebabkan stres dan tidak membawa kebahagiaan ke dalam hidup, bergaulah dengan orang-orang dengan vibe positif yang bisa menjadi support system dirimu agar kamu bisa keluar dari hubungan tidak sehat ini. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline