Mohon tunggu...
Amelia Daulay
Amelia Daulay Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Sosiologi UNJ

-

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pembangunan Masyarakat yang Mengalami Kesenjangan Digital Melalui Program Desa Digital

25 Oktober 2022   23:06 Diperbarui: 25 Oktober 2022   23:35 309
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pembangunan Masyarakat yang Mengalami Kesenjangan Digital Melalui Program Desa Digital

Amelia Azani Noor Daulay

Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta

ameliaadaulay@gmail.com

PENDAHULUAN

Digitalisasi adalah integrasi teknologi digital ke dalam kehidupan sehari-hari dengan mendigitalisasi segala sesuatu yang dapat didigitalkan. Arti harfiah dari digitalisasi memberikan gambaran yang jelas tentang perkembangan dunia yang bergantung pada teknologi (Mahaldar and Bhadra 2015). 

Pada abad ke-21 ini, digitalisasi telah sangat berkembang hingga banyak sektor masyarakat yang bergeser dari offline ke online. Terutama di tahun-tahun sekarang, pascapandemi, dimana sangat banyak pengalihan kegiatan ke ranah online. 

Hasil pendataan Survei Susenas 2021, 62,1% populasi Indonesia telah mengakses internet di tahun 2021 (Badan Pusat Statistik 2022). Angka ini memang melampaui 50% dan merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya tetapi jika diteliti lebih lanjut, angka tersebut didominasi oleh masyarakat kota.

 Pengguna internet di tahun yang sama dalam ranah perkotaan mencapai 71,8% sedangkan di pedesaan belum menyentuh setengahnya yaitu 49,3%. Maka dari itu, terlihat bahwa sebenarnya penyebaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) belum merata ke seluruh wilayah negara sehingga terjadi kesenjangan TIK antara desa dan kota yang cukup jauh yaitu sekitar 22%. 

Keterbelakangan ini memang cenderung terjadi pada masyarakat rural (pedesaan) di seluruh dunia karena masyarakat urban (perkotaan) memang lebih dulu mendapatkan kesempatan untuk merasakan dampak pembangunan infrastruktur TIK. (Subiakto, 2013).

Kesenjangan ini tentu tidak baik bagi masyarakat rural di tengah dunia yang telah mengalami digitalisasi, bahkan menjadi penghambat desa untuk berkembang. Akses internet dan dunia digital sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari sehingga jika masyarakat rural tidak segera dikenalkan atau dibiasakan dengan teknologi, pedesaan bisa semakin tertinggal karena perkembangan zaman pun tak akan henti berjalan. 

Dampak yang ditimbulkan kesenjangan digital cenderung negatif dimana masyarakat yang tidak terpapar teknologi pasti ketinggalan dengan masyarakat yang sudah mengenal teknologi. Informasi yang mereka dapatkan akan terbatas dan sampai lebih lambat. 

Mereka juga tidak akan seterampil orang yang memahami teknologi. Ini bukan keadaan yang ideal dalam masa revolusi industri 4.0 sekarang. Hal ini akan membuat mereka kalah saing ketika keluar dari wilayahnya. 

Teknologi juga bisa membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dimana banyak pekerjaan yang bisa dilakukan melalui akses smartphone saja saat ini. Intinya, dengan tidak hadirnya teknologi di suatu wilayah, bisa kita simpulkan bahwa kemampuan masyarakatnya akan segitu-segitu saja dan sulit untuk berkembang. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun