Mohon tunggu...
Amad Made
Amad Made Mohon Tunggu... Jurnalis - -

Jurnalis dan penulis di bidang perkeretaapian sejak tahun 2006 sampai sekarang. Pemerhati dan pengguna transportasi massal. Hobi jalan-jalan, hunting foto kereta api dan situs bersejarah. Tinggal di Jakarta.

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Artikel Utama

Masukan Publik untuk Operasional LRT Jakarta

2 Desember 2018   08:34 Diperbarui: 2 Desember 2018   09:59 2521
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Progres pembangunan prasarana utama termasuk stasiun. (Dok. PT LRT Jakarta)

"Dalam perjanjian penugasan layanan publik ini, ruang lingkup PT Jakpro yaitu sebagai penyelenggara prasarana LRT dari pembangunan, operasi dan perawatan serta pengusahaan, sedangkan PT LRT Jakarta sebagai penyelenggara sarana LRT," jelas Solihin.

Koridor LRT Jakarta yang akan dibangun dan Koridor 1 fase 1 yang telah dibangun. (Dok. PT LRT Jakarta)
Koridor LRT Jakarta yang akan dibangun dan Koridor 1 fase 1 yang telah dibangun. (Dok. PT LRT Jakarta)
Saat ini panjang lintasan jalur termasuk depo LRT Jakarta dari Koridor 1 fase 1 yang sudah terbangun totalnya + 5,8 km, dengan lebar jalur (track) 1435 mm, elektrifikasi menggunakan third rail 750 volt, membentang dari Depo LRT di Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading (Jakarta Utara) sampai dengan Velodrome, Rawamangun (Jakarta Timur). 

Sebanyak 6 stasiun layang yang nantinya akan siap beroperasi yaitu Velodrome, Equestrian, Pulomas, Boulevard Selatan, Boulevard Utara dan Pegangsaan Dua. Sedangkan kelanjutannya Koridor 1 fase 2 Velodrome-Tanah Abang dengan panjang lintasan + 11,5 km yang terdiri dari 10 stasiun akan menjadi rencana berikutnya.

"Progres kemajuan kesiapan operasional LRT Jakarta saat ini sudah 89%. Kesiapan SDM 72%, Badan Usaha (70%), Uji Operasi Terbatas 100%, Konstruksi 91%, Pengadaan Sarana 99% dan Pekerjaan Persiapan 100%," papar Solihin.

Progres pembangunan prasarana utama termasuk stasiun. (Dok. PT LRT Jakarta)
Progres pembangunan prasarana utama termasuk stasiun. (Dok. PT LRT Jakarta)
Progres pembangunan Depo di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Dok. PT LRT Jakarta)
Progres pembangunan Depo di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Dok. PT LRT Jakarta)
Progres keseluruhan menuju operasional LRT Jakarta. (Dok. PT LRT Jakarta)
Progres keseluruhan menuju operasional LRT Jakarta. (Dok. PT LRT Jakarta)
Lanjut Solihin, rencana pola operasi LRT Jakarta dimulai dari pukul 06.00-22.00 sedangkan pada akhir pekan dan hari libur mulai pukul 07.20-23.00 dengan jeda waktu antar kereta (headway) setiap 5-15 menit, dan jumlah perjalanan dalam sehari 245-282 trip. 

Dengan jarak tempuh saat fase 1 yang masih 5,8 km, waktu tempuh dari Velodrome-Kelapa Gading selama 13 menit dengan waktu tempuh antar stasiun sekitar 1 menit-2,5 menit. Kapasitas penumpang yang bisa diangkut 280 orang per trainset.

"Untuk integrasi dengan moda busway di Stasiun Velodrome, akan dilengkapi juga jembatan penghubung menuju Halte Transjakarta Pemuda Rawamangun," imbuh Solihin.

Rencana operasi LRT Jakarta. (Dok. PT LRT Jakarta)
Rencana operasi LRT Jakarta. (Dok. PT LRT Jakarta)
 Masukan Publik Untuk LRT Jakarta

Ketua Umum MASKA Hermanto Dwiatmoko yang hadir sebagai salah satu pembahas menyampaikan agar PT Jakpro segera menyelesaikan pembangunan prasarana LRT dan diajukan kepada Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk dilakukan uji pertama/ sertifikasi. 

Termasuk juga segera menyiapkan persyaratan izin operasi dan business plan untuk pengelolaan aset di luar prasarana pokok. Sedangkan Pemda DKI Jakarta juga harus menyiapkan perhitungan tarif dan penyediaan anggaran subsidi PSO (public service obligation), perhitungan dan pendanaan IMO (infrastructure maintenance and operation), konsep intermodal dengan bus Transjakarta, serta pendanaan pembangunan koridor/ fase berikutnya.

Panitia dan Peserta FGD (narasumber, pembahas dan undangan) yang ikut dalam konsultasi publik memberikan masukan untuk rencana operasional LRT Jakarta. (Foto : Amad S)
Panitia dan Peserta FGD (narasumber, pembahas dan undangan) yang ikut dalam konsultasi publik memberikan masukan untuk rencana operasional LRT Jakarta. (Foto : Amad S)
"Persyaratan yang harus diselesaikan untuk pengoperasian LRT Jakarta itu meliputi perizinan, SOP, SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian), SDM, dan kesiapan prasarana dan sarana perkeretaan," jelas Hermanto.

David Tjahjana, Pengguna Transportasi Publik dan Pemerhati Aksesibilitas menyampaikan hasil review saat dirinya bersama teman-teman disabilitas mengikuti uji coba terbatas. Diantaranya menyarankan agar dipasang tanda arah naik/ turun pada eskalator, mesin penjual tiket yang bisa digunakan oleh para penyandang tuna netra secara mandiri, e-gate yang konsisten letaknya untuk masuk/ keluar peron, tempat wudhu yang bisa diakses oleh pengguna kursi roda, penyusunan guiding block yang benar, dan beberapa masukan lainnya terkait aksesibilitas.

Dalam konsultasi publik sehari, Direktur Operasi PT Kereta Commuter Indonesia, Subakir juga memberikan masukan terutama terkait dengan kesiapan awak KA yang akan mengoperasikan LRT, penanganan kejadian gangguan prasarana dan sarana LRT.

Selain itu, perlu disiapkan juga sarana khusus semacam TMC (track motor car) untuk menarik LRT yang gangguan bila terjadi gangguan listrik. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun