Mohon tunggu...
Achsinul Arfin
Achsinul Arfin Mohon Tunggu... Freelancer - Suka membaca dan menulis

Suka menulis, baca buku, review buku, serta semangat belajar dalam hal literasi

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Jangan Mau Langsung Tunduk dengan Investor

14 Desember 2022   23:00 Diperbarui: 14 Desember 2022   23:05 88
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: pexel.com/pixabay

Perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) sampai saat ini merupakan sebuah isu yang belum kunjung selesai, pemerintah masih berusaha mendekati investor-investor supaya mereka mau menginvestasikan dana pada proyek tersebut.

Beberapa ada yang mau, dan ada pula yang mundur, salah satunya adalah Softbank. Awalnya mereka mau menginvestasikan sekitar Rp572 triliun, akan tetapi mendadak mereka menarik diri dan memutuskan untuk tidak menginvestasikan diri ke IKN

Belakang baru diketahui, bahwa kesepakatan tersebut ternyata hanya berpihak hanya kepada softbank, dan kurang menguntungkan Indonesia, itulah yang dipaparkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia. 

Menurut Bahlil pihak softbank akan membangun lokasi IKN kemudian pemerintah Indonesia diminta untuk  menyewanya.

***

Agak kesal juga sih membaca pemberitaan ini, langkah Indonesia memang tepat apabila bersikap demikian, meski mereka adalah orang yang mau berinvestasi bukan berarti bisa seenaknya.

Perusahaan yang berasal dari Tokyo tersebut memang sengaja berulah demikian secara sengaja atau tidak sengaja, saya pun kurang paham dengan tingkah polahnya. Andaikan pemerintah Indonesia mau menyetujuinya pasti zaman penjajahan seolah-olah akan kembali, kita yang sebagai tuan rumah diminta tunduk kepada pihak asing.

Meski Indonesia pada saat ini tidak lebih maju daripada Jepang,  tetapi juga memiliki harga diri yang tinggi.

Namun, apakah mungkin jika suatu saat Indonesia akan kembali bangkit dan menjadi negara yang disegani seperti dahulu. Saat ini bangsa Indonesia masih dijuluki sebagai macan Asia yang tidur, dengan banyaknya SDA dan ditambah lagi SDM yang semakin lama sadar akan kemandirian bangsa, tentu di tahun 2045 kelak segalanya akan tampak lebih berdaya.

Di Indonesia sebenarnya sudah banyak potensi-potensi yang sangat luar biasa, hal tersebut saya sadari ketika melihat beberapa potingan tokoh terkenal --sebut saja Helmy Yahya, dan Gita Wirjawan-- kedua tokoh tersebut sering sekali mengundang sosok para anak muda yang luar biasa dan menjadi inovator di bidangnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun