Moch Atho Illaah
Moch Atho Illaah Journalist Freelance

Journalist - Aku menulis, maka aku ada.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Gelar Seminar Nasional Revolusi Industri 4.0, STIE Urip Sumoharjo Dorong Mahasiswa Punya Daya Saing Global

13 Desember 2018   08:52 Diperbarui: 13 Desember 2018   09:04 235 0 0
Gelar Seminar Nasional Revolusi Industri 4.0, STIE Urip Sumoharjo Dorong Mahasiswa Punya Daya Saing Global
BEM STIEUS foto bersama kedua narasumber seminar ; dokpri

SURABAYA -- Guna mengenalkan revolusi indrustri 4.0 dan implikasinya kepada Pendidikan Tinggi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Urip Sumoharjo Kota Surabaya menggelar Seminar Nasional.

Seminar yang bertajuk 'Peran Generasi Millenial Di Era Revolusi Industri 4.0 Dalam Menentukan Arah Bangsa' di hadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kampus se Surabaya. Rabu (12/12/2018).

Yang harus dilakukan oleh mahasiswa atau generasi milenial di era revolusi indrustri, Sekretaris LLDIKTI wilayah VII jatim Dr. Widyo Winarso, M.Pd mengatakan, mereka harus memiliki salah satu kompetensi. Pasalnya di era revolusi industri banyak perubahan.

"Banyak hal yang harus di lakukan sebagai implikasinya. Mahasiswa harus punya gagasan dan tahu bahwa bentuk atau modal, model dan strategi bisnis, misal seperti bisnis transportasi tidak harus punya mobil atau kendaraan lainnya, bisnis akomodasi tidak harus punya hotel, untuk pendidikan tidak harus punya ruang belajar," katanya usai seminar.

Masih menurut Widyo Winarso, mahasiswa minimal harus punya modal wawasan, untuk di jadikan modal dasar saat mereka lulus dari Perguruan Tinggi.

"Sebagai model pembelajaran yang baru misalnya, jadi tidak hanya konvensional tatap muka, akan tetapi banyak metode pembelajaran baru yang harus di munculkan ke permukaan," lanjutnya.

Kemudian Widyo Winarso juga menekankan kepada mahasiswa setelah wisuda. Perkuliahan tidak hanya di jadikan ajang mencari ijazah, tapi kuliah itu mencari kompetensi.

"Karena ke depan, sebuah perusahaan tidak akan menanyakan lulusan S1, S2. Namun yang di tanya sebuah perusahaan adalah kompetensi dan sertifikasinya," harapnya.

Sementara Ketua Yayasan STIE Urip Sumoharjo, Dr. Ahmad Hariyanto, Drs., M.Si sangat mengapresiasi seminar Nasional. Dirinya merasa bangga atas terselenggaranya seminar tersebut.

"Saya sangat bangga sekali dengan Seminar Nasional ini, mahasiswa terlihat tampak antusias menyimak paparan narasumber hingga selesai. Apalagi di sesi tanya jawab, daya kritis mahasiswa muncul, lihat saja tadi pertanyaan yang di ajukan kepada kedua narasumber cukup berbobot," pujinya.

Ratusan mahasiswa STIEUS nampak antusias menyimak paparan materi narasumber ; dokpri
Ratusan mahasiswa STIEUS nampak antusias menyimak paparan materi narasumber ; dokpri
Selain itu mahasiswa harus mulai sadar, karena Ahmad Hariyanto menganggap eranya sudah berubah, untuk itu mahasiswa harus banyak menggali tentang apa yang harus di siapkan dan di lakukan. Kalau tidak, mereka sebagai generasi milenial hanya akan menjadi penonton.

"Saya berharap, kedepan harus ada lagi yang lebih tehnis, misal kompetensi apa yang sesuai dengan jurusan kita, lulusan sarjana itu harus punya daya saing global," pungkasnya dengan berharap. (ATH)