Mohon tunggu...
Aluzar Azhar
Aluzar Azhar Mohon Tunggu... Freelancer - Penyuluh Agama Honorer

Berbuat baik kok malu, jadi weh ...

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Bercinta dengan Robot

2 Desember 2017   23:54 Diperbarui: 3 Desember 2017   00:17 588
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tanggal 1 Desember adalah Hari AIDS Sedunia. Diperingati karena mayoritas manusia miris bahwa, menurut WHO, (TBC dan) HIV/AIDS sebagai infeksi pembunuh nomor satu di dunia, bahkan pembunuh nomor satu remaja di Afrika. Sedangkan menurut Wikipedia, peringatan Hari AIDS Sedunia dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah (epidemi) AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.

AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia); atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV dan lain-lain).

Di Indonesia, penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian untuk pengguna narkotika suntik (penasun) (Sumber: http://www.alodokter.com/hiv-aids/penyebab, Akses: 1/12/2017).

Ketahuan, dalam perspektif medis, realitas penyakit AIDS merupakan 'karma' perilaku tidak benar alias tidak sehat! Yang ironis, orang terkasih di sekitar ODHA (orang dengan HIV/AIDS) terdampak---di sini, yang saya maksud, buat pionir (yang zina dan pecandu narkotika).

Selanjutnya, artikel ini mencoba-urai peringatan Hari AIDS Sedunia dari perspektif perilaku 'vektor' (pezina cs), kaitannya dengan fenomena digitalisasi gaya bercinta zaman now.

Tanda Kiamat atau Pengulangan Sejarah?

Konon (tahun berapakah?), umat Nabi Luth a.s. ('alaihii salaam) diazab karena tren perilaku LGBT(lesbian, gay, biseksual, dan transgender); termasuk istrinya, seorang lesbian = wanita homoseks. Patut juga diteliti: benarkah William Shakespeare itu seorang gay? Pasalnya, Beliau berhasil memprovokasi kita bahwa patron 'cinta sejati' itu ialah kisah cinta sejoli "Romeo & Juliet" dalam naskah dramanya.

Kemudian dalam mitos Yunani, dikenal peristiwa/perilaku 'Kompleks Oidipus' (Oedipus Complex), yakni hasrat anak untuk secara seksual memiliki orangtua dengan jenis kelamin berbeda (misalnya laki-laki tertarik kepada ibunya dan menganggap ayahnya sebagai saingan, sedangkan perempuan tertarik kepada ayahnya dan menganggap ibunya sebagai saingan). Mitos ini mirip dengan legenda di Tatar Sunda (Jawa Barat), yakni kisah cinta Sangkuriang kepada Dayang Sumbi, ibunya, dan menjadi sejarah 'lahirnya' Gunung Tangkuban Perahu.

Penyimpangan seksual lain misal inses, yaitu hubungan seksual atau perkawinan antara dua orang yang bersaudara dekat yang dianggap melanggar adat, hukum, atau agama.

Selain itu, Marah Rusli, sastrawan angkatan Balai Pustaka, berhasil mendokumentasi realitas 'kawin paksa' (dijodohkan) di Minangkabau menjadi roman "Siti Nurbaya". Mungkin, antitesisnya (dalam makna negatif) adalah 'kawin lari'.

Perkembangan zaman now, tema 'cinta terlarang' yang senada dengan di atas masih ada, bahkan dengan nomenklatur yang---disepakati---mendunia seperti: dishonest  (selingkuh), cinta 'backstreet', 'MBA'  (married by accident), nikah 'di bawah tangan' (nikah agama) alias nikah siri (rahasia), atau nikah mut'ah  (kawin kontrak).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun