Mohon tunggu...
Sayyid Jumianto
Sayyid Jumianto Mohon Tunggu... Guru - Menulis yang biasa saja

Biasa Saja yang di tulis

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Fitri

7 Juli 2022   21:44 Diperbarui: 7 Juli 2022   22:02 34 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Yasin dan tahlil baru saja selesai semua tamu mulai beranjak pergi, hari ini genap seratus hari suami tercintanya meninggal.

Hati yang hancur sedikit demi sedikit mulai kuat tiga bukan menanti masa idah dari suaminya dan tiga bulan ini semakin bulatkan tekatnya untuk pulang kelampungnya.

Semua harus dijalani dengan hatinya yang mantap seperti ketika mulai bekerja membantu disebuah rumah gedongan di bilangan kota Jogja.

"Nduk tresna kuwi ora ndelok sugih mlarat pangkat derajat"kata ibu juragan kala tahu dirinya di sukai putra satu-satunya pengusaha batik itu.

"Saya, kulo namung kuli ndoro"jawabnya merendah kala itu.

"Kuwi, itu yang aku sukai padamu nduk aku ingin anakku itu bahagia hidupnya denganmu"jawab sang ibu juragan.

Semua seakan cepat berlalu sebagai istri juragan muda semua kehidupan sederhanamya tetap dilakoni.

Walau begitu semua orang yang bekerja mbatik di situ tetap menghormatinya dari babu jadi mantu.

Namun hatinya tetap gelisah karena senua ini membuatnya semakin terkungkung dalam gegap gempita hidup dikota Jogja.

"aku ingin pulang setelah seratus hari kangmas"tekadnya bulat.

Semua orang ingin mengantarnya sebagai bu juragan tetapi ditolaknya.

"aku ingin kembali ...seperti semula"

#sayyidj

Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan