Mohon tunggu...
Allan Maullana
Allan Maullana Mohon Tunggu...

Bukan siapa-siapa. Bukan apa-apa. Hanya remah-remah peradaban.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Menghadiri Syukuran Perpustakaan Jalanan Bekasi

29 Juli 2018   20:17 Diperbarui: 29 Juli 2018   20:40 0 6 3 Mohon Tunggu...
Menghadiri Syukuran Perpustakaan Jalanan Bekasi
(Gambar: Dok. Perpusjal)

Sabtu 28 07 2018, sepulang bekerja pukul 17.00 saya mempercepat langkah kaki menuju stasiun Sawah Besar dengan harapan agar bisa segera naik KRL dan bisa tiba di stasiun Bekasi pukul 18.00. Nampaknya Dewi Fortuna sedang berada di pihak saya. Perjalan KRL begitu lancar. Jarak 28 KM (Menurut google maps, sih... Hehehee), berhasil ditempuh dengan waktu 53 menit. Suatu kesenangan tersendiri bagi saya.

Bertambah rasa senangnya lagi, ketika saya tiba di sebuah kedai susu yang bernama Nenen Nyok, tepatnya di Jl. Agus Salim. Ada pemandangan yang tidak biasa di lantai 3 Nenen Nyok ini. Ketika sampai di lantai 3, kita bisa dengan jelas melihat ada banyak foto-foto hasil kegiatan digantung satu per satu secara berantai di sebelah utara. Di sebelah selatan ada pojok kreasi kerajinan tangan berbahan dasar kain flanel dan ada juga majalah zine yang ditata dengan rapih.

Malam itu bulan yang bersinar terang menjadi saksi. Puluhan pasang mata juga menyaksikan tataan panggung sederhana dengan berlatar belakang sebuah tulisan "Sekedar Mensyukuri 1 tahun Pelaksanaan Perpusjal Bekasi".

Energi positif begitu terasa di sini. Keceriaan, gelak tawa dan canda dari pasang mata yang hadir menjadi warna tersendiri dalam acara tersebut. Ketika saya hadir, nampaknya acara baru saja akan dilanjutkan setelah istirahat, solat Maghrib.

(Foto: Dok. Pri)
(Foto: Dok. Pri)
Acara dimulai kembali dengan pembacaan Puisi oleh seorang pemuda yang bernama Cahyo. Kemudian dilanjutkan acara berbincang bersama Meita Eryanti dengan topik pengenalan Jabaraca (Jawa Barat Membaca). Setelah perbincangan mengenai Jabaraca selesai. Acara diisi kembali dengan pembacaan puisi dari Iwan Bonick. Setelah itu, diisi perbincangan dengan topik "Melihat Sudut Pandang Pendidikan" bersama Muhamad Yasin dan Ira Yusuf yang berprofesi sebagai guru serta Nana Praja seorang aktifis di TBM Rumah Warna.

Acara demi acara begitu menarik untuk disimak. Hanya saja, konsentrasi saya terganggu dengan beberapa hadirin yang membuat acara di dalam acara. Sehingga beberapa hadirin itu seperti tidak fokus pada apa yang disajikan oleh teman-teman Perpusjal Bekasi.

Konsentrasi saya semakin terganggu ketika rasa lapar menyerang. Setelah menyimak diskusi tentang Pendidikan itu, saya segera undur diri untuk menyerang balik rasa lapar ini dengan menyantap makanan di lantai dasar Nenen Nyok.

Mengutip kalimat dari Puthut EA dalam buku Sebuah Usaha Menulis Surat Cinta, "Boleh bertujuan, tapi pasti boleh berubah haluan. Boleh berkeyakinan, tapi masih boleh berubah haluan. Setiap perjalanan tidak harus terasa menyenangkan, setiap perjalanan tidak harus berupa petualangan."

Akhir kata, Selamat ulang tahun Perpustakanan Jalanan Bekasi.

Tabik

VIDEO PILIHAN