Mohon tunggu...
Allan Maullana
Allan Maullana Mohon Tunggu... Teknisi -

Bukan siapa-siapa. Bukan apa-apa. Hanya remah-remah peradaban.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Perjumpaan yang Belum Selesai

16 Desember 2017   21:41 Diperbarui: 18 Desember 2017   13:39 659
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(Foto: Dok. Pribadi)

Sambil mengunyah sarapan yang sedang disantap ia memberikan sesuatu. "Ini Hadiah untuk mu, Kak"

"Asik..." seruku.

"Di buka dong pasti kamu suka"

"Wah pede banget kamu, Teh."

"Jaminan seratus persen kamu pasti suka, Kak"

"Wahhhh... keren nih, Teh. Udah dari jaman SD aku pingin punya buku ini."

"Sudah aku bilang, kamu pasti suka"

"Termakasih banyak yah, Teh."

"Sama-sama, Kak"

Sambil menemani Teh Mei sarapan di peron empat, aku dan dia asik ngobrol ngalor-ngidul. Obrolan nggak jelas dari ku di respon dengan baik olehnya. Banyak hal yang aku perbincangkan dengannya hingga tak terasa kereta yang ia tunggu tiba.

"omong-omong, kretaku udah mau tiba, Kak"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun