Mohon tunggu...
Alip Yog Kunandar
Alip Yog Kunandar Mohon Tunggu... Penulis - Bukan Pemikir, Meski Banyak yang Dipikirin

Dosen Ilmu Komunikasi UIN Jogja, yang lebih senang diskusi di warung kopi. Menulis karena hobi, syukur-syukur jadi profesi buat nambah-nambah gizi. Buku: Memahami Propaganda; Metode, Praktik, dan Analisis (Kanisius, 2017) Soon: Hoax dan Dimensi-Dimensi Kebohongan dalam Komunikasi.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Stalin: (114) Zakaria Chichinadze

25 Maret 2021   13:24 Diperbarui: 27 Maret 2021   12:04 427
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Begitu ya?" Tuan Zakaria mengangguk-angguk. "Tapi jujur saja, aku suka dengan gagasannya. Sayangnya itu terlalu keras, kurang elegan!"

Soso tersipu, "Maafkan saya Tuan, saya masih belajar!"

"Tak apalah itu, setidaknya kita di Georgia ini punya bibit-bibit intelektual yang mampu menyuarakan gagasannya," kata Tuan Zakaria. "Di St Petersburg sana, pemikiran-pemikiran anak mudanya jauh lebih maju dan lebih berani. Ada satu yang pernah kubaca tulisannya, Vladimir Ulyanov!"

"Apakah Tuan memiliki tulisan-tulisan yang berisi gagasannya?" tanya Soso.

"Ada dua di suratkabar Rusia," jawab Tuan Zakaria. "Mampirlah ke tempatku kalau kau mau membacanya..."

"Dengan senang hati, Tuan..."

Tuan Zakaria melirik Pangeran Ilia lagi, "Barangkali Pangeran punya saran atau pandangan tentang situasi sekarang, berkaitan dengan kegiatan kita?"

Pangeran Ilia menggelengkan kepalanya, "Saat ini mungkin kita masih harus melihat situasi dan perkembangannya sejauh mana..."

Bagian itu, Soso merasa dirinya tak layak berada di situ. Ia terpaksa pamit undur diri untuk kembali ke sekolahnya.

"Datanglah ke tempatku kalau kau berminat..." kata Tuan Zakaria saat Soso pamitan.

Soso mengangguk dan dengan sopan meminta petunjuk alamatnya. Ia juga bertanya, apakah bisa mengunjunginya besok, pada jam istirahatnya. Tuan Zakaria mempersilakannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun