Mohon tunggu...
Alip Yog Kunandar
Alip Yog Kunandar Mohon Tunggu... Penulis - Bukan Pemikir, Meski Banyak yang Dipikirin

Dosen Ilmu Komunikasi UIN Jogja, yang lebih senang diskusi di warung kopi. Menulis karena hobi, syukur-syukur jadi profesi buat nambah-nambah gizi. Buku: Memahami Propaganda; Metode, Praktik, dan Analisis (Kanisius, 2017) Soon: Hoax dan Dimensi-Dimensi Kebohongan dalam Komunikasi.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Stalin: (60) Tamu Dadakan Wali Kota Poti

26 Januari 2021   12:31 Diperbarui: 27 Januari 2021   18:27 400
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Soso menyerahkannya.

Lelaki itu melihat sampulnya sekilas dan mengembalikannya pada Soso. "Kau anak terpelajar juga rupanya. Sekolah di mana?"

"Tiflis, Tuan..." jawab Soso.

"Sekolah apa?"

"Seminari, Tuan..."

"Mmmm anak seminari membaca Hugo? Aneh juga..." katanya.

"Saya hanya menyukai sastra saja, Tuan..." jawab Soso lagi.

"Sastra apa yang kau suka?"

"Saya membaca novel, cerita pendek, puisi juga... sesekali saya juga menulis puisi..." jawab Soso.

"Kau menulis puisi?" tanya lelaki itu, "Puisi apa?"

"Puisi biasa saja Tuan, tidak istimewa, tapi ada beberapa yang sudah dimuat di majalah, di Iveria..." jawab Soso.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun