Mohon tunggu...
Alip Yog Kunandar
Alip Yog Kunandar Mohon Tunggu... Bukan Pemikir, Meski Banyak yang Dipikirin

Dosen Ilmu Komunikasi UIN Jogja, yang lebih senang diskusi di warung kopi. Menulis karena hobi, syukur-syukur jadi profesi buat nambah-nambah gizi. Buku: Memahami Propaganda; Metode, Praktik, dan Analisis (Kanisius, 2017) Soon: Hoax dan Dimensi-Dimensi Kebohongan dalam Komunikasi.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Stalin: (55) Bidadari itu...

21 Januari 2021   18:55 Diperbarui: 21 Januari 2021   18:58 188 21 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Stalin: (55) Bidadari itu...
Ilustrasi: Alip Yog Kunandar

Episode Awal: (1) Soso

Episode Sebelumnya: (54) Salju di Batumi

*****

Untunglah si Vaso meminjamkan pakaian tebal untuk Soso. Kalau tidak, ia bisa mati kedinginan. Semalaman salju turun dengan lebat. Pagi-paginya, pemandangan di sekitar rumahnya dilingkupi warna putih yang dominan. Salju sangat tebal. Jalanan tak terlihat lagi. Beberapa orang tetangga si Vaso mulai keluar rumah untuk menyingkirkan salju dari jalanan. Begitupun Pak Kelbakiani, bapaknya si Vaso. Soso terpaksa ikut bantu-bantu karena merasa nggak enak. Sementara si Vaso sendiri masih molor, lelap di bawah selimut tebalnya.

"Ini daerah apa namanya Pak?" tanya Soso pada Pak Kelbakiani.

"Gonio..." jawabnya.

"Berapa jauh ke Batumi?" tanyanya lagi.

"Yaah sekitar sepuluh kiloan lah..." jawab Pak Kelbakiani lagi. "Kau tinggal ikuti jalan ini, melewati Benteng Gonio[1], nanti menyeberangi Sungai Chorokhi, sampai. Bukannya kemarin lewat Batumi waktu ke sini?" 

"Iya Pak, cuma saya lupa, rada-rada ngantuk..." jawab Soso. "Tempat kerja Bapak sendiri jauh?"

"Ya setelah sungai itu nanti ada jalan ke kiri, ke arah laut. Ada bangunan besar di situ, pengolahan ikan..." jawabnya.

"Masih dikelola keluarga Alexander Kirtavili?" tanya Soso lagi, yang masih saja penasaran dengan Natasha. Meski tak berniat untuk menemuinya, tapi tetap saja ia penasaran dengan cewek cakep itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
VIDEO PILIHAN