Mohon tunggu...
Alin You
Alin You Mohon Tunggu... Insinyur - Penyuka fiksi, khususnya cerpen dan novel.

PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) • Penulis Amatir • Penyuka Fiksi • Penikmat Kuliner • Red Lover Forever • Pecinta Kucing

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

[Serial Noval] Ikan Cupang Bagas

12 November 2019   08:39 Diperbarui: 12 November 2019   08:47 43 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
[Serial Noval] Ikan Cupang Bagas
Cupang Thailand, diyakini merupakan ikan cupang termahal di dunia (Sumber: bombastis.com)

Seharian ini kepalaku pusing sekali. Bagaimana tidak? Sudahlah pusing menghadapi klien yang tak pernah ada rasa puasnya. Yang hampir saban hari kerjaannya itu meminta revisi dan revisi terus. Entah sudah puluhan desain arsitektur rumah yang kubuatkan khusus untuknya, tapi ya... gitu deh. Selalu saja tampak kurang sempurna di matanya. Harusnya tuh seperti ini, bukan begitu. Tolong tambahkan ini di sini, jangan di situ. Hingga akhirnya...

"Aaargh...!" Kugebrak juga meja kerjaku dengan keras. Membuat kaget Rahma, sekretaris pribadiku yang tengah serius memelototi layar laptop di depannya. Melihat aku yang emosi begitu, Rahma pun bergegas menghampiriku.

"Eling, Pak. Eling!" seru Rahma, seraya memberikan segelas air putih hangat kepadaku.

"Argh! Apa-apaan lagi ini?" Segera kuenyahkan gelas yang disodorkan oleh Rahma, yang nyaris membuat gelas tersebut jatuh ke lantai ruangan kerjaku.

Sekretaris yang telah bekerja padaku selama tiga tahun ini tampak terkejut, namun dia memilih diam dan beranjak menjauh dariku sambil membawa lagi gelas yang tadinya hendak diberikannya padaku.

Hening sejenak. Kuhirup napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya. Berkali-kali kucoba melakukan metode healing yang pernah kuterima dari seorang terapis jiwa. Namun rupanya kekacauan hari ini belum juga berakhir.

Di tengah ketenangan yang baru saja kunikmati, sebuah chat WA masuk ke gawaiku. Segera saja kubuka dan membacanya.

"Pokoknya Bagas gak mo tau. Untuk ultah Bagas tahun ini, Bagas minta dibelikan ikan cupang seperti yang ada pada gambar. Awas aja kalo Om Noval sampe lupa!!!"

"Tanda seru tiga buah. Bagus. Tuh bocah sekarang sudah berani mengancam omnya sendiri. Anak kandung juga bukan lu," rutukku sambil melempar jauh pena merah 0.3" yang sekiranya akan kugunakan untuk merevisi ulang desain rumah klien rese itu.

Dan hari ini, daripada aku harus menginap di IGD, akhirnya aku memilih menghabiskan malam di kedai kopi Robista saja. Dimana aku bisa rileks sejenak memperhatikan para Robista dalam meracik minuman kopi pesanan pelanggan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x