Mohon tunggu...
Sayuti Zakaria
Sayuti Zakaria Mohon Tunggu... Guru - Pengembara Kata, Guru Madrasah, dan Pemerhati Sosial

Guru Madrasah dan Pemerhati Sosial

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Keterbukaan, Utang, dan Kehancuran Rumah Tangga

14 Juli 2021   15:51 Diperbarui: 14 Juli 2021   16:29 138 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Keterbukaan, Utang, dan Kehancuran Rumah Tangga
Sumebr Gambar : thebirdsandthebea.blogspot.com

Suatu hari ada seorang perempuan yang mengeluh karena pasangannya tidak terbuka ketika meminjam uang ke beberapa orang. Istrinya baru tau ketika hutangnya mulai menumpuk dan pada akhirnya menimbulkan konflik dengan pasangannya.

Meminjam uang, kelihatanya itu sederhana. Tapi, ketika kita sudah memiliki pasangan kemudian kita melakukannya ini akan menjadi awal dari kehancuran rumah tangga.

Ketidakjujuran pada pasangan akan menjadi awal yang akan menghantarkan pada kehancuran. Apalagi perkara hutang, keterbukaan adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh pasangan suami istri.

Terkadang suami/istri mengganggap sepele perkara hutang. Karena alasan kebutuhan menjadi hal yang kadang kita abaikan. Kita melupakan bahwa kita memiliki pasangan. 

Sejatinya pasangan kita adalah tempat kita untuk berbagi. Tempat kita untuk mengeluh, serta tempat kita untuk berdiskusi menyelesaikan persoalan rumah tangga.

Ketidaktauan pasangan kita dalam perkara hutang karena kita tidak terbuka kepadanya akan menjadi sebab retaknya rumah tangga bahkan tidak menutup kemungkinan sampai jenjang perceraian.

Hutang yang awalnya dianggap menjadi masalah pribadi pasangan ketika hutang itu semakin menggunung pada akhirnya akan menjadi beban bersama yang harus ditanggung.

Lagi-lagi keterbukaan merupakan kunci untuk menghindari kehancuran rumah tangga. Persoalan rumah tangga adalah persoalan bersama yang harus dihadapi dan diselesaikan dengan diskusi bersama pasangan.

Jangan kerja sendiri suami istri adalah tim yang harus bekerjasama untuk goal nya kebahagiaan dalam rumah tangga. 

Setiap pasangan tentu menginginkan kebahagiaan dalam rumah tangganya. Tapi jangan banyak berharap ketika satu sama lain tidak saling terbuka.

Jangan pernah meremehkan sesuatu yang kecil dalam rumah tangga. Perkara yang kecil bisa menjadi besar atau sebaliknya yang besar bisa menjadi kecil tergantung bagaimana kita menghadapinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN