Mohon tunggu...
Alfredsius Ngese Doja Huller
Alfredsius Ngese Doja Huller Mohon Tunggu... Mahasiswa - Penulis adalah salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang dari Seminari San Giovanni xxiii Malang

Berbagi sembari belajar.

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Waspada Omicron SUDEKAT (Suka Duka Karantina)

8 Februari 2022   18:37 Diperbarui: 8 Februari 2022   18:51 100 9 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Selasa, 08 Februari 2022 kami mulai melaksanakan kuliah secara daring dari komunitas masing-masing rumah formatio. Hal ini bermula ketika kami baru sampai di kampus, kami diberitahu oleh dosen bahwa salah satu kon frater kami dari kongregasi SMM ada yang positif Covid-19. Sehingga kami semua dipulangkan dan diberitahu bahwa akan melaksanakan kuliah daring sampai pada tanggal 28 Februari 2022. Kebijakan ini merupakan langkah untuk mencegah penyebaran Omicron. Mengingat pasien Covid-19 Omicron di kota Malang terus bertambah. Kini sudah dua orang yang kena sejak 24 Januari 2022 lalu, dilansir dari (detik.com).

Lagi-lagi kami harus menerapkan karantina ala komunitas San Giovanni XXIII. Walaupun kami sudah vaksin. Setiap frater terkhusus tingkat satu melaksanakan isolasi mandiri, sebab informasi yang diperoleh bahwa salah satu mahasiswa STFT yang positif Covid-19 dari tingkat 1. Kami tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan komunitas, baik kerja maupun olahraga. Bahkan kegiatan spiritual ditiadakan dan masing-masing frater melaksanakan ibadat dari kamar masing-masing. Jika ada yang ketahuan keluar maka akan diberi sangsi yang tegas dari rektor bahkan bisa mendapat ancaman keluar. Sehingga tidak ada satu orang pun yang berani keluar kecuali ada hal yang sangat mendesak. Lalu kami mulai besok semuanya wajib berjemur mulai jam 08:30 WIB.

Selama karantina ini saya yakin ada derita dan sukanya. Seperti apa yang pernah saya tulis dalam salah satu artikel yakni "Bahagia di Masa Pandemi(Tinjauan Filosofis)". Deritanya yaitu tidak bisa berjumpa dengan orang lain untuk saling berinteraksi. Selain itu sistem perkuliahan akan dilaksanakan secara daring yang mana prosesnya tidaklah selancar ketika offline. Kadang kala masalah jaringan, suara dosen tidak jelas didengar dan godaan tidur di kelas yang amat besar. 

Jikalau ada dosen ya mungkin juga tidur tapi setidaknya tidak separah ketika offline hehehe. Kemudian hal positif yang diperoleh ketika karantina yaitu dapat mengembangkan potensi diri. Sesuai dengan apa yang telah saya lakukan yaitu dengan banyak mencoba hobi baru dan mengembangkan kemampuan menulis. Menurut hemat saya dengan menulis kita tidak hanya sedang berbagi kepada orang lain tetapi semakin menguatkan ingatan dan kemampuan untuk berpikir kritis. Semakin rajin menulis tentu semakin banyak pengetahuan yang akan diperoleh. Sebab orang yang menulis diandaikan sudah banyak baca, sehingga ia mampu menulis. Selama karantina ini menjadi kesempatan bagi saya untuk banyak membaca buku. Kebetulan kemarin saya telah membeli 5 buku baru jadi pasti sangat menyenangkan karena lebih banyak waktu untuk membaca.

Jadi teman-teman yang sekarang mengalami nasib yang sama, saya anjurkan untuk mengisi kekosongan atau masa karantina dengan hal yang produktif seperti membaca dan menulis misalnya. Namun jika tidak memiliki minat baca dan kemampuan untuk menulis apa salahnya jika dicoba. Saya sendiri baru belajar menulis ketika akhir-akhir tahun 2021. Oleh karena itu tulisan-tulisan yang saya lahirkan masih terasa kaku dan belum mengalir begitu. Tetapi saya terus belajar dan berani mencoba karena menurut hemat saya menulis dapat memberikan manfaat yang besar baik bagi orang lain maupun bagi diri sendiri dan kini saya mulai merasakan bahwa menulis itu menyenangkan. Entah karena saya ini orangnya introvert, atau apalah saya tidak peduli intinya saya bisa mengembangkan kemampuan yang telah Tuhan berikan dan sekiranya berguna bagi orang lain.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan