Mohon tunggu...
Meirri Alfianto
Meirri Alfianto Mohon Tunggu... Insinyur - Seorang Ayah yang memaknai hidup adalah kesempatan untuk berbagi

Ajining diri dumunung aneng lathi (kualitas diri seseorang tercermin melalui ucapannya). Saya orang teknik yang cinta dengan dunia literasi

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Inilah 7 Etika dalam Menggunakan Email Resmi

28 Juni 2021   07:49 Diperbarui: 14 Juli 2021   13:50 1030
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi email. Sumber: Shutterstock via Kompas.com

3. Gunakan salam penutup

Ada salam pembuka, maka tutuplah juga dengan salam. Kata-kata yang sering dipakai seperti Best Regards, Salam hangat, dan sejenisnya. Sekali lagi salam penutup merupakan wujud kesantunan dan keramahan. Kesantunan ini akan membuat orang lebih welcome dengan kita.

4. Pahami fungsi To, CC, dan BCC

Mungkin masih ada yang bingung perbedaan dan fungsi ketiganya. TO merupakan alamat email yang anda tuju, CC merupakan orang-orang yang mungkin perlu mengetahui isi email tersebut. Sederhananya CC itu adalah tembusan. Jangan kebalik ya. 

Saya pernah menemukan email yang ditujukan ke bagian lain. Lucunya atasannya ada di kolom TO sedangkan bawahannya di kolom CC. Ingat CC adalah tembusan alias mengetahui. Jadi mestinya atasannya ada di kolom CC.

Sedangkan BCC mirip dengan CC hanya saja tidak terlihat oleh orang-orang dalam kolom "TO" maupun "CC". Ini seperti anda mengirim email, tetapi anda tidak ingin orang yang Anda tembusi diketahui oleh orang lain. Info ringan saja, CC adalah kepanjangan dari Carbon Copy. Sedangkan BCC adalah Blind Carbon Copy.

Sebagai contoh saja ya, Anda mengirimkan email kepada satgas covid di perusahaan (dalam hal ini personalia/HRD) hendak meminta ijin tes swab. Maka TO-nya adalah petugas HRD yang bersangkutan. CC-nya adalah ketua satgas, dan BCC-nya rekan Anda dalam satu ruangan kerja yang mungkin tidak perlu diketahui oleh satgas.

5. Jika Anda hendak membahas topik yang sama, jangan membuat email baru melainkan cukup meneruskan dari email yang lama

Ketika anda hendak membahas topik yang sama dengan email yang sudah ada, maka takperlu membuat email baru. Cukup balas atau timpa dari email yang ada untuk mempermudah penelusuran. Selain itu juga akan memudahkan orang lain memahami konteks pesan. Membuat email baru hanya akan membingungkan orang lain.

6. Buatlah email yang ringkas dan mudah dipahami. Lampiran hanya untuk membantu.

Bagaimanapun email adalah pesan singkat. Tidak perlu berpanjang lebar. Kalau Anda butuh menjelaskan secara gamblang lebih baik adakan forum meeting. Oleh karena itu, dalam pesan singkat tersebut usahakan memuat info yang jelas. Tuliskan poin-poinnya secara singkat namun jelas. Bila perlu bisa ditambahkan dengan infografis maupun tabel. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun