Mohon tunggu...
Hajar Alfarisy
Hajar Alfarisy Mohon Tunggu... Menulis mengabadikan masa depan

Berjalan dalam kadar mengingat

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Revisi UU KPK: Jokowi Tanpa Beban

12 September 2019   13:30 Diperbarui: 12 September 2019   13:45 0 2 2 Mohon Tunggu...

Saat pemilihan Presiden, Oleh para politisi, almamater kampus dan kelompok agama didekati sedemikian rupa, hingga kita tak bisa membedakan antara warna politisi, akademisi dan agamawan.

Setelah terpilih, suara akademisi, dan kelompok agama mulai disisihkan. Penolakan revisi UU KPK oleh tokoh lintas agama, dan akamdemisi Kampus se Indonesia tidak memiliki ruang untuk diakomodir, interupsi diruang publik tak berguna.

Watak koruptor berdesakan, mencari celah. Operasi tangkap tangan KPK memang menjadi hambatan dalam merampok kekayaan negara . Dengan kecerdasan kejahatan yang mereka miliki, mereka membuat sabuk pengaman hukum untuk mengamankan prilaku korupsi. Dari kekerasan individu menjadi kekerasan struktural.

Joban - Jokowi tanpa beban, memang tak bisa dimaknai sebagai menguatnya sikap sikap Jokowi pada komitmen anti korupsi. Yang nampak adalah Jokowi tanpa beban adalah sikap apatis Jokowi sekaligus menguatnya lingkaran kekuatan politiknya untuk melakukan praktik kesewenang wenangan mereka.

Interupsi dari akademisi kampus, tokoh lintas agama serta pegiat anti korupsi tak bisa menembus apa apa. Jokowi tanpa beban menjadi satu ruang bebas kedap suara. Dimana yang bisa didengarkan hanya suara dalam ruang itu saja.

Dan, akhirnya Jokowi pada sebelas September, mengirimkan surat persetujuan presiden untuk melanjutkan pembahasan Revisi UU KPK. Pemilihan tanggal tersebut, adalah pilihan politik agar suara publik dan media tak menyorotnya, karena publik sementara berduka dengan meninggalnya BJ Habibie.

Apa yang dilakukan Jokowi, memiliki kesamaan dengan menguatnya suara partai dan politisi merevisi UU KPK setelah pemilihan anggota parlemen dan presiden. Dengan demikian, tanda tersebut, menunjukkan kesamaan sikap antara eksekutif dan Legislatif.

Selamat datang para pegiat korupsi. Infrastruktur korupsi sementara dibangun, dan bersiaplah menyediakan modal investasi, tak butuh waktu lama, tak perlu takut tertangkap.

Seperti kata Jokowi soal perijinan "Saya maunya perijinan itu, diurus hanya dalam waktu sekejap, seperti kedipan mata"