Mohon tunggu...
Alexander Philiph
Alexander Philiph Mohon Tunggu... Auditor - Buruh Pemerintah RI di BPKP || Founder PeopleTalkPeople || Pengamen & Tukang Potret di Jalanan || Gamer || Penulis Lepas

“Agama bukanlah candu bagi masyarakat, Agama itu pembenaran akan keyakinan yang telah menjadi tradisi dan budaya. Ketika pembenaran itu bertemu dengan pembenaran yang lain, distorsi bisa saja terjadi yang acapkali kaum minoritas menjadi korban dari pembenaran atas keyakinan itu sendiri, yang belum tentu apakah kenyakinan tersebut bisa dipertanggungjawabkan atau tidak. (Alexander Philiph Sitinjak)” -LIA, Lux In Adulescens!! (Cahaya Dalam Anak Muda)-

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Surat Untukmu, Hei Binatang!

29 November 2020   21:34 Diperbarui: 29 November 2020   21:37 714
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Yang tidak habis pikir, hei kamu binatang!

Sudah terbiasakah kalian menghilangkan nyawa orang lain di tanganmu? Konon katanya ada pekik suara yang menyerukan nama Tuhan disana, Tuhan mana yang Kau tinggikan padahal begitu kau melakukan itu, Tuhan itu menjadi tuan yang rendah di mata makhluknya.

Nah binatang-binatang ini memang tidak membunuh orang-orang yang saya jumpai, mereka mengeksekusi empat orang warga di Desa Lembontonga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah diduga menjadi korban pembunuhan dari kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Dan kebetulan empat orang ini adalah bagian dari Gereja Bala Keselamatan yang besar di Kabupaten Sigi.

Agak heran dimana hati para eksekutor ini, kalau mereka mempelajari pola pelayanan Gereja Bala Keselamatan, seyogyanya mereka berterimakasih karena yang mereka bunuh itu adalah para pelayan-pelayan Tuhan yang sama sekali tidak tahu alasannya kenapa harus mereka yang harus dijagal.

Di tengah Pemerintah berjibaku menghadapi pendemi Corona, di tengah masa Advent Pertama. Dimana seluruh Umat Kristiani menanti kelahiran Sang Kristus, para binatang ini seperti seorang pengecut, menebar terror dan provokasi di tengah Kabupaten Sigi yang 2 tahun lalu juga mengalami bencana besar dan sedang merekonstruksikan wilayahnya yang aman untuk semua masyarakat.

Harapan besar saya sederhana, kita doakan para korban ini agar menjadi martir Kristus yang memberikan sebuah harapan besar, cukup disini para korban terorisme berakhir, sambal kita menunggu aksi para penegak hukum konsisten untuk benar-benar menumpas jaringan terorisme yang tadinya dipimpin oleh Santoso CS, kini di tangan Ali Kalora CS, harapan besar juga mereka ditangkap semua, tanpa muncul lagi tokoh setelah Ali Kalora.

Saya tutup tulisan ini dengan sebagian lirik lagu menjelang Natal yang judulnya, Born on Christmas Day oleh Kristin Chenoweth :

This is the story, the power and the glory !

Three wise men knelt to pray !

A guiding star had led the way !

There He lay, born on Christmas Day !

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun