Mohon tunggu...
Tony albi
Tony albi Mohon Tunggu... berniat baik dan lakukan saja

tulis aja

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Satire Kok Diperdata Ya?

18 Juni 2021   14:53 Diperbarui: 18 Juni 2021   15:00 52 2 0 Mohon Tunggu...

Apa itu Satire ? Adalah gaya bahasa untuk menyatakan sindiran terhadap sebuah keadaan, gagasan atau merujuk seseorang
dengan cara yangg lucu dan Satire biasanya disajikan dalam bentuk ironi, sarkasme atau parodi, hingga membuat orang yangg mendengar atau melihatnya tertawa bahkan yg disindirpun juga tertawa meski dengan perasaan yang lain.


Dunia digital telah merubah interaksi sosial kita dengan media sosial, semua kita bisa bersuara bahkan memproduksi berita atau apapun itu di ruang sosial digital, dengan beragam latar belakangnya, seperti video ini juga, apakah dengan menyatakan pendapat saya dengan cara saya, saya harus diperdata bahkan dipidana ?.


Berapa banyak berita hoax bahkan provokasi dalam di media sosial di negeri kita ?
Bahkan seorang Presidenpun diberitakan hoax bahkan dibully ?.
Seorang pejabat publik atau publik figur menjadi konsumsi media sejak dulu, hanya sekarang lebih banyak orang di media sosial yang memproduksi dan mengkonsumsinya, kan ?.
Jika anda atau siapapun masuk dalam dunia media sosial yg tanpa portal ini, diharap tidak menjadi baperan sepanjang tidak memprovokasi, hoax dan fitnah, kan ?. Apakah kita bisa  bijak bermedia sosial ? Dan bukankah masyarakat Demokratis itu memang lebih cerewet, kan ?.


Terlepas dari plus minusnya media sosial tidak serta merta semua konten didalamnya menjadi masalah hukum kan ?.
Katakanlah saya pejabat publik, saya membuat kebijakan untuk semua orang Indonesia tidak boleh lagi makan sambel, karena harga cabe sedang mahal, sebaiknya semua cabe hasil negeri ini kita ekspor saja, guna meningkatkan devisa negara.
Bisa jadi terjadi pro dan kontra akan kebijakan tersebut, dalam media konvensional dan cendrung berportal ( tervalidasi data dan faktanya, dengan redaktur yang mumpuni ), sekalipun bisa jadi masih mempunyai hidden agendanya sendiri, memberitakan dengan sudut pandangnya.

Tapi di media sosial atau netizen, menyatakan pendapat terhadap kebijakan saya itu sangat beragam, ada yg dengan kata-kata yg tegas, jelas dan pedas, menyatakan saya bodoh dan sebagainya, bahkan mengunakan semua kosakata dikebun binatang. Ada juga netizen, mengatakan dengan halus agar saya membatalkan kebijakan tersebut, ada yang mengolok-olok saya secara pribadi bahkan ada menghujat saya dan keluarga, ada yang dengan cara bercanda yang ironi dan Satire tadi. Itulah keadaan kita diera digital ini.


Terus apakah semua itu saya akan memperkarakannya semua didepan hukum ?, Terus apakah semua mereka yg bermain di media sosial itu akan saya tuntut secara perdata karena menyindir saya ?.
Dan kenapa semua pejabat publik bahkan Presiden yg dimedia sosial begitu dibully dengan kasar bahkan menghina keluarganya tidak dipermasalahkan ?, Apakah perlu Presiden sendiri yg melaporkannya ?.


Media sosial adalah dunia baru bagi kita semua, bagai air bah yang tiba-tiba datangnya, apakah kita berlindung ketempat yang lebih tinggi atau ikut dengan arus air itu sambil berselancar diatasnya karena tidak mungkin membendungnya kan ? Dan dengan beragam tingkat pendidikan dan pemahaman yang berbeda, agak " sulit " untuk bijak dalam bermedia sosial karena itulah faktanya yg harus kita terima sepanjang kontennya tidak hoax, fitnah dan provokatif tentunya.


Bagaimana pendapat anda ?

Salam NKRI

#ini narasi di channel youtube : catatan minggu

VIDEO PILIHAN