Mohon tunggu...
Faisol
Faisol Mohon Tunggu... Wiraswasta - Lahir di Jember - Jawa Timur, Anak ke 2 dari enam bersaudara.

Instagram : akhmadf_21 Twitter : @akhmadf21

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Chairil Anwar dan Kesusastraan Modern Angkatan 45

2 Agustus 2022   08:02 Diperbarui: 2 Agustus 2022   08:13 636
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Penyair Chairil Anwar yang di nobatkan sebagai sastrawan modern angkatan 45, memberikan warna tersendiri dalam perkembangan sastra Indonesia, Sumber : portalyogya.com

"Aku adalah binatang jalang, dari kumpulan orang yang terbuang. Jika sampai waktuku ku mau tak seorang pun kan merayu, tidak juga Kau..."Chairil Anwar

Sosok Chairil Anwar sebagai seorang penyair terkemuka di Indonesia dengan karya-karyanya yang fenomenal memberikan warna tersendiri bagi perkembangan sastra Indonesia.

Chairil Anwar lahir, di Medan, Sumatra Utara, pada pada 26 Juli 1922, dan meninggal dunia 19 April 1949, dengan tentang umur masih relatif muda yakni 26 tahun.

Meski dalam penggalan bait sastranya, Chairil Menuliskan keinginannya untuk hidup seribu tahun lagi, itu pun seperti membius perkembangan sastra Indonesia melalui karya-karyanya.

Jejak langkah perjalanan hidup Chairil Anwar yang lahir dan sekolah Di Medan pada waktu itu yang hanya mengenyam Sekolah Dasar, dan sampai di kelas 1 SMP, yang akhirnya harus ikut orang tuanya ke Batavia (Jakarta).

Menapaki 100 tahun Chairil Anwar dalam dunia kesusastraan Indonesia, masih memiliki pengaruh yang cukup kuat melalui sajak-sajaknya.

Bahkan sampai detik ini, puisi-puisi karya Chairil Anwar masih kerap di jadikan bahan rujukan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

Chairil Anwar Dalam Bingkai Monumen Kesusastraan Indonesia

Chairil Anwar di Nobatkan sebagai tokoh sastrawan atau penyair Indonesia modern angkatan 45, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang panjang dan berliku.

Judul puisi "AkU" merupakan karya fenomenal yang kerap masih dibacakan oleh generasi penerusnya sampai detik ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun