Mohon tunggu...
Faisol
Faisol Mohon Tunggu... Wiraswasta - Lahir di Jember - Jawa Timur, Anak ke 2 dari enam bersaudara.

Instagram : akhmadf_21 Twitter : @akhmadf21

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Ketika Sosok Maudy Ayunda, Menjadi Idola Kaum Milenial

27 Juli 2021   11:10 Diperbarui: 27 Juli 2021   12:03 644
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Menurut Maudy rasa malas itu bukanlah hal yang ia suka dan ia gemari, namun rasa malas itu adalah hal negatif yang perlu di cari, sehingga rasa malas yang ada dalam diri bisa diarahkan pada bidang dan kegemaran untuk di capai.

Sosok Maudy bukan manusia yang tidak bisa di serang rasa malas, bahkan ia memotivasi anak-anak SMA dan sederatnya untuk mengetahui kegemaran dalam dirinya untuk memotivasi diri sendiri, sehingga karakter untuk mengenali kemampuan, kelemahan, yang ada dalam diri bisa kita ketahui sejak masa masih remaja.

Pentingnya Menjadi diri Sendiri

Bagi sosok Maudy Ayunda menjadi diri sendiri adalah hal utama, sehingga menjadi diri sendiri merupakan keunikan tersendiri, sehingga tidak perlu menjadi orang lain, karena itu adalah bagian yang bisa menghambat terhadap perkembangan diri.

Berangkat dari sebuah pengalaman dan proses, sosok Maudy pun harus belajar banyak dan terbuka dengan lingkungan yang ada di Stanford University.

Hidup memang adalah sebuah pilihan yang harus dijalani, sehingga mengenal diri sendiri menjadi sangat penting adanya.

Sosok Maudy Ayunda sebagai aktris dan penyanyi di satu sisi, dan telah menyelesaikan S2 di Stanford University, juga memiki kecemasan dan kegalauan yang tidak bisa di pungkiri.

Bahkan ia mengaku banyak inspirasi menulis lagu, malah lebih banyak waktu berada di Stanford, ketimbang di Indonesia, mengingat ada banyak keresahan dan kegalauan yang telah menjadi sebuah inspirasi bagi dirinya.

Mungkin saja kegalauan dan kecemasan sebagai manusia biasa juga tidak di pungkiri oleh seorang Maudy, mengingat ia masih cukup muda saat masih kuliah di Stanford University.

Oleh karena itu pentingnya menjadi diri sendiri, merupakan hal yang utama, karena baginya diri memiliki potensi yang tidak sama dengan orang lain, dan janganlah menjadi orang lain, karena itu hanya akan menghambat perkembangan diri.

Menjadi Pribadi Yang Terbuka

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun