Mohon tunggu...
Faisol
Faisol Mohon Tunggu... Lahir di Jember - Jawa Timur, Anak ke 2 dari enam bersaudara.

Hanya petani kecil di lereng gunung batu Amper - Jember, Jawa Timur

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Aroma Kemenangan yang Telah Dihancurkan...

10 Mei 2021   18:40 Diperbarui: 10 Mei 2021   18:43 233 5 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Aroma Kemenangan yang Telah Dihancurkan...
Ilustrasi : www.tempo.co.id

Entah sampai kapan kekisruhan itu akan terus terjadi..? Warga Israel dan Palestina yang selalu bertikai, tidak hanya menimbulkan kekisruhan, tetapi juga akan menyebabkan kematian...

Wilayah Al Aqsha menjadi konflik sengketan yang tak berujung, ummat muslim acapkali menjadi korban atas keganasan para perampas hak-hak mereka. Anak-anak di Palestina turut menjadi sasaran dan incaran, senyum mereka tak lagi mengembang, sebab peluru mematikan siap menerkam kapan saja.

Butiran air mata mereka turut menjadi saksi bisu atas keterkungkungan di atas Tanah mereka sendiri, dunia pun turut mengecam atas kebiadaban mereka. 

Dunia di buat tercengang, dikala mereka sedang khusuk melaksanakan sholat Sunnah taraweh di Al aqsho, tiba-tiba penyerangan datang dengan membabi buta. 

Mereka sungguh sangat terluka menjelang datangnya hari raya. Dimana ummat muslim seluruh dunia merayakan kemenangan dengan saling memaafkan, berbeda dengan warga Palestina yang harus mengenyam kepahitan akibat penyerangan yang sudah tidak manusiawi.

Mereka yang semestinya menunggu turunnya Lailatul Qadar, suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, tapi yang turun justru peluru karet, dan gas air mata. Banyak luka yang menggores mereka, sudah lebih dari 200 warga mengalami luka itu. 

Dimanakah nurani itu tersimpan, dimana rumah-rumah yang sudah berpuluh tahun menetap disana, kemudian hendak di gusur, tentu hal itu adalah kebiadapan dan leserakahan yang tidak menusiawi. Keangkuhan dan arogansi telah menyelimuti jiwa mereka, hingga mereka harus menelan keserakahan itu tanpa pandang bulu.

Oh....Palestina, perang yang tiada pernah usai, karena sebuah keserakahan dan ekspansi kekuasaan. Masjidil Aqsha yang merupakan kiblat ummat muslim sedunia haruskah di hancurkan, karena sebuah keserakahan??

Ummat muslim sedunia pun ikut mengecam penyerangan diwilayah mereka sendiri.

Duka yang mendalam menjelang hari kemenangan. Tak ada toleransi dalam urusan perang, karena mereka haus akan kekuasaan.

Haruskah mereka  bermigrasi untuk mendapatkan ketenangan, ataukah mereka harus terus melawan, meski nyawa harus melayang. Entahlah...?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x