Mohon tunggu...
Akbar Pitopang
Akbar Pitopang Mohon Tunggu... Guru - Belajar Sambil Mengajar di Sepanjang Hayat

Penulis Buku Kolaborasi Kompasianer: Cinta Indonesia Setengah dan Jelajah Negeri Sendiri | Strata Manajemen Pendidikan | Best Teacher Kompasiana Award 2022 πŸ†

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Relevansi Adat Minangkabau Mengkaji Isu Resesi Sex dan Child Free di Indonesia

8 Januari 2023   13:56 Diperbarui: 8 Februari 2023   11:52 690
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Memahami kearifan adat Minangkabau yang relevan terhadap isu resesi sex. (Dok. AmaiSetia via KOMPAS.COM/RAHMADHANI)

Pembahasan tentang resesi seks perlu kita tuntaskan. Karena jika tidak maka akan dianggap menjadi suatu momok yang mengkhawatirkan bagi generasi muda yang hendak berkeluarga.Β 

Bahwasanya menikah, berkeluarga dan memiliki keturunan merupakan kebutuhan dasar atau fitrahnya manusia.Β 

Adakah orang di dunia ini yang tidak mau menikah? Β Sanggupkah anda hidup sendiri tanpa pendamping?Β 

Tentu tidak ada satupun di antara kita atau di antara manusia secara umum yang sanggup untuk menjomblo selamanya.

Namun karena tantangan hidup yang semakin berat dan variatif untuk masa sekarang ini membuat banyak generasi muda akan benar-benar memikirkan dengan matang keinginan untuk berumah tangga.

Memang banyak sekali faktor yang mempengaruhi kenapa saat ini orang lebih berhati-hati atau bahkan overthinking tentang pernikahan dan memiliki anak.

Baik faktor internal maupun faktor eksternal telah banyak mempengaruhi individu untuk berpikir jauh tentang keinginan menikah secara jangka panjang.

Menikah sebenarnya bukanlah menjadi sesuatu yang akan mempengaruhi kesehatan mental secara fatal melainkan yang dibutuhkan adalah sebuah "mental".

Apabila berbagai faktor tersebut memang menjadi alasan bagi orang-orang saat ini untuk menunda menikah dan punya anak mungkin itu hal yang wajar saja. Namun bukan berarti kita harus menunda-nunda terlalu lama untuk menikah.

Budaya yang telah berkembang di Indonesia selama ini tidak mengenal yang namanya resesi seks.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun