Mohon tunggu...
Ajinatha
Ajinatha Mohon Tunggu... Freelancer - Professional

Nothing

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Di Mana Kita Menempatkan Orangtua?

26 Juni 2019   16:49 Diperbarui: 26 Juni 2019   20:04 579
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Betapa Allah sangat meninggikan derajat orang tua. Sehingga dalam Hal Ridho-Nya, DIA nomor duakan diri-Nya. Kenapa saya bilang begitu, karena Allah memberikan Ridhoi-Nya Setelah terlebih dahulu kita mendapatkan Ridho kedua orang tua.

Inilah dasar pijakan bagaimana kita harus menempatkan kedua orang tua, terutama Ibu. Allah punya alasan tersendiri agar kita senantiasa memuliakan orang tua. Orang tua tidak ada bekasnya, begitu juga seorang anak.

Orang tua doanya sangat mustajab, sangat didengar Allah. Bisa dibayangkan kalau kita sudah tidak memiliki kedua orang tua, dari Mana kita bisa mendapatkan doa yang mustajab tersebut, siapa yang bisa mendoakan bisa mendoakan kita seperti itu.

Bisa saja kita mendapatkan doa-doa dari anak yatim piatu, para pakir miskin yang selalu kita santuni. Tapi masalahnya, kita bisa mendapatkan doa tersebut Setelah ada tindakan baik Kita terhadap mereka. Lain halnya kedua orang tua, mereka senantiasa mendoakan kita siang dan malam disetiap sujudnya.

Berbahagialah bagi yang masih memiliki kedua orang tua, bisa selalu mendapatkan doa dari mereka. Namun, dimanakah kita menempatkan kedua orang tua tersebut, apakah mereka sudah dimuliakan dalam kesehariannya, apakah sudah membuat mereka tenang dan nyaman dimasa tuanya.

Bagaimana Membahagiakan Orangtua?

Membahagiakan orang tua tidak melulu dengan limpahan materi. Kalau belum mampu secara materi, cukup jangan membuat mereka susah dengan perilaku yang tidak baik. Jangan bebankan pikiran mereka dengan beban masalah yang kita perbuat.

Orangtua selalu kuatir terhadap anaknya, mereka selalu mendoakan keselamatan bagi anak-anaknya, ketika anaknya pamit untuk pergi. Itulah pentingnya kita pamit kepada orang Tua ketika kita ingin pergi meninggalkan mereka.

Yang membahagiakan orang tua adalah ketika anak-anaknya bahagia. Sebaliknya ketika anaknya terlihat tidak bahagia, maka mereka pun akan terus memikirkannya. Begitulah sejatinya orang tua.

"Satu orang Tua bisa menghidupi dan membahagiakan sepuluh anak-anaknya, tapi sepuluh anaknya belum tentu bisa menghidupi dan membahagiakan satu orangtua."

Jangan pernah berpikir bahwa kita bisa membalas budi dan jerih payah orang tua, karena itu tidak akan pernah terbayarkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun