Mohon tunggu...
Ahmad Sahidin
Ahmad Sahidin Mohon Tunggu... Pembaca

Beraktivitas sebagai pembaca buku sekaligus menyajikan hasil baca dalam bentuk ulasan, pengajar studi Islam, dan pegiat keagamaan.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Apa yang saya Dapat dari buku Mozaik Khazanah Islam?

27 Desember 2018   13:42 Diperbarui: 27 Desember 2018   15:18 0 0 0 Mohon Tunggu...

Mozaik Khazanah Islam adalah buku yang baru saja beres dibaca. Buku ini ditulis oleh pakar filsafat Islam di Indonesia bernama Prof Mulyadhi Kartanegara. Disertasinya tentang "Mukhtasar Diwan Al-Hikmah" di Universitas Chicago USA.

Prof Mulyadhi banyak menerjemahkan dan menulis buku tentang filsafat dan peradaban Islam. Ia juga pernah mengajar di UIN Jakarta, STFI Sadra Jakarta, Universitas Paramadina Jakarta, dan Pascasarjana UGM Yogyakarta.

Pemerintah Malaysia mengambilnya sebagai pengajar di beberapa universitas. Kemudian diambil oleh pemerintah Brunei Darussalam untuk mengajar hingga sekarang. Sayang sekali kecendekiaan beliau lebih dihargai di luar negeri ketimbang di tanah airnya.

Buku "Mozaik Khazanah Islam" ini terbit tahun 2000 oleh Paramadina Jakarta. Tebalnya 206 dan x halaman. Buku ini merupakan semacam opini dan renungan yang terkait dengan agama Islam, pemikiran, keberagamaan, dan percikan-percikan filsafat dari para filsuf Muslim.

Ada 31 tulisan (bergaya artikel) yang disajikan. Mulai dari tokoh-tokoh filsafat Islam, ulasan-ulasan pemikiran dari Al-Kindi, Al-Farabi, Al-Amiri, Ibnu Sina, Miskawaih, Al-Gazali, Ibnu Rusyd, Ibnu Qayyim, Jalaluddin Rumi, Ali Syariati, Aisyah binti Abdurrahman, dan lainnya. 

Dari berbagai tulisan dalam bukunya, yang menarik bagi saya tentang kajian Isra Mi'raj dengan sudut pandang sufistik dan filsafat, makna khalifah dari kajian filologis dan teologis, renungan takdir dan hidup. Kemudian ada kisah (fiktif) pencarian kebenaran dari para filsuf diwakili Kant, Descartes, John Locke, Freud, dan Rumi. 

Sosok sufi Jalaluddin Rumi dianggap "final" dalam tahapan pencarian kebenaran sejati, karena bisa menemukan "hakikat" hidup yang sebenarnya. Juga memuat penjelasan syair-syair Rumi tentang musim semi dalam bentuk surat untuk sahabat. 

Yang tidak kalah bagusnya penyajian biografi intelektual Al-Gazali dari masa teolog hingga menjadi sufi, yang dikemas dalam bentuk dialog anak dengan ayah.

Apa yang saya dapatkan dari buku Mozaik Khazanah Islam? Seperti buku lainnya yang dibaca, hanya menambah kekaguman atas kiprah intelektual umat Islam abad klasik dan pertengahan. Dan saya semakin sadar bahwa (saya secara pribadi) dalam belajar ilmu-ilmu agama Islam belum maksimal. Masih jauh dibandingkan dengan cendekiawan Muslim terdahulu. Padahal, mereka saat itu dari segi fasilitas dan teknologi masih terbatas. Sedangkan kita sekarang lebih mudah dalam akses informasi dan pengetahuan.

Apa yang dilakukan oleh ilmuwan dan filsuf Muslim terdahulu? Mereka sekadat membaca karya-karya terjemahan dari buku filsafat Yunani dan karya-karya dari India maupun Romawi. Kemudian mengkajinya berulang-ulang, tanpa jenuh, dan memberikan komentar atas pengetahuan yang dibacanya. 

Selanjutnya, ilmu-ilmu yang dikajinya itu dikembangkan dengan secara kritis dan dikomentari dengan kajian ilmiah sehingga bertambah luas dalam wacana ilmiah. Kemudian dituliskan dalam bentuk buku atau catatan sistematis dan dikembangkan melalui diskusi-diskusi yang intensif.

Dari kerja intelektual itu, peradaban Islam tumbuh dan berkembang yang warisan ilmunya sampai pada kita sekarang. Orang yang mengaku umat Islam sekarang seharusnya lebih hebat dari para intelektual terdahulu dalam berkarya, karena ada kemudahan dalam akses pengetahuan yang terbantu dengan teknologi informasi. Namun, kenyataannya capaian khazanah intelektual dan ilmu-ilmu agama sangat jauh berbeda. Dan terbukti yang disebutkan oleh Francis Fukuyama bahwa kalau tak ada kreativitas maka sejarah telah berakhir. Jangan sampai umat Islam mengalami stagnasi dalam peradaban. *** (Ahmad Sahidin).

KONTEN MENARIK LAINNYA
x