Mohon tunggu...
Ahmad Ricky Perdana
Ahmad Ricky Perdana Mohon Tunggu... Wiraswasta - gemar travelling, fotografi dan menulis
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

seringkali mengabadikan segala hal dalam bentuk foto dan tulisan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Nilai Pancasila Sejalan dengan Islam "Rahmatan Lil Alamin"

8 Juni 2017   05:39 Diperbarui: 8 Juni 2017   08:06 2148
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Islam Rahmatan Lil Alamin - aswajaonline.com

Islam merupakan agama yang rahmatan lil alamin. Islam merupakan agama yang membawa kesejukan dan kedamaian. Namun faktanya, Islam justru sering disalahgunakan oleh kelompok-kelompok tertentu. Berbagai macam teror yang terjadi di berbagai belahan dunia, selalu diidentikkan dengan perbuatan kelompok Islam. Karena teroris memang seringkali membawa atribut-atribut Islam. Ujaran kebencian dan persekusi yang akhir-akhir ini terjadi di beberapa kota besar di Indonesia, juga dilakukan oleh ormas yang sering meneriakkan nilai-nilai agama.

Bahwa fakta kelompok intoleran yang selalu berlindung dibalik nilai-nilai agama, memang tidak bisa dibantah. Namun, Islam sejatinya tidak pernah mengajarkan kekerasan. Para oknum yang mengaku paham Islam, secara tidak langsung justru memberikan kesan buruk akibat ujaran dan perilakunya tidak sesuai dengan ajaran Islam. Padahal, Islam sendiri sejatinya merupakan agama yang rahmatan lil alamin. Agama yang mampu memberikan keberkahan kepada seluruh umat yang ada di muka bumi ini.

Di bulan Ramadan ini, mari kita saling introspeksi. Jika selama ini kita keluar dari jalur Islam yang rahmatan lil alamin, waktunya kita kembali ke jalan yang benar. Seorang muslim sejati, pasti akan memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini, dengan memperbanyak berbuat baik kepada semua orang. Jika ada seorang muslim, atau orang yang mengatasnamakan muslim, lalu mengisi Ramadan dengan tindakan tidak terpuji, mereka harus belajar lagi mengenai agama. Karena agama apapun, termasuk Islam, tidak ada satupun yang mengajarkan kekerasan. Tapi apa yang terjadi saat ini? Di bulan Ramadan, tindakan terror justru semakin massif terjadi di berbagai negara. Tidak hanya di Indonesia, bom juga melanda negara di timur tengah, asia dan eropa.

Bahkan, persoalan di dalam negeri seperti Indonesia, seringkali juga dibenturkan dengan persoalan sentimen agama. Pilkada DKI Jakarta yang berujung ditahannya Basuki Tjahaja Purnama, juga tidak bias dilepaskan dari sentiment agama. Masifnya persekusi yang terjadi saat ini, juga tidak bias dilepaskan dari sentiment agama. Padahal, agama seharusnya berada di wilayah yang netral. Agama tidak bias digunakan atau disalahgunakan untuk kepentingan tidak baik. Sebagai muslim, kita semua diharapkan tidak mudah terpengaruh, oleh bujuk rayu kelompok intoleran, radikal dan teroris. Karena mereka seringkali menggunakan sentimen agama, untuk menutupi setiap aktifitasnya mereka yang jelas-jelas tidak dibenarkan.

Karena kita tinggal di Indonesia, sudah semestinya ujaran dan perilaku kita juga mencerminkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Meski kelompok intoleran dan radikal berusaha menggantikan Pancasila dengan Khilafah, Pancasila terbukti mampu merangkul semua keberagaman di Indonesia. Pancasila terbukti mampu menjadi falsafah hidup masyarakat Indonesia. Dengan menjalankan nilai-nilai Pancasila, hal ini juga sejalan dengan menjalankan nilai-nilai ajaran agama. Pancasila mengajarkan agar setiap umat beragama selalu mengingat keagungan Tuhan. Artinya, setiap manusia harus menjadikan ajaran agama sebagai dasarnya. Itulah kenapa Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi sila pertama.

Pancasila juga menganjurkan untuk memanusiakan manusia. Tidak boleh mayoritas tidak menghomati minoritas, begitu juga sebaliknya. Setiap manusia yang ada di bumi Indonesia, mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama. Sesama umat manusia tidak boleh saling menjatuhkan, mengejek, apalagi melakukan tindak kekerasan. Karena itulah, pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan umat. Demi menjaga semangat persatuan, makanya setiap persoalan yang muncul harus diselesaikan dengan cara musyarawah. Tidak boleh dilakukan dengan cara-cara kekerasan, yang bisa mengganggu hak setiap warga negara. Jika kita bisa menerapkan itu semua, maka keadilan sosial bagi seluruh rakyat, akan bisa dicapai.


Jika kita melihat niat suci dari Pancasila diatas, apakah Pancasila bertentangan dengan ajaran agama? Jika tidak, hentikan perbedabatan soal Pancasila. Saatnya menjalankan nilai-nilai Pancasila. Karena Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam, dengan menjalankan nilai Pancasila, secara tidak langsung kita juga akan menjalankan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin. Islam yang memberikan manfaat bagi siapa saja.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun