Mohon tunggu...
Ahmad Fatch
Ahmad Fatch Mohon Tunggu... Guru - Pendidik

Belajar, merupakan kegiatan setiap manusia yang dimulai dari sejak lahir sampai meninggal, sedangkan Berbagi Ilmu, merupakan bagian dari perjuangan untuk menambah budaya membaca

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Realistiskah Program Kompor Listrik dan Kendaraan Listrik oleh Pemerintah?

25 September 2022   00:15 Diperbarui: 25 September 2022   00:21 262 31 22
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh salam sejahtera buat kita semua. 

Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah hari ini, saya masih diberikan kesempatan untuk menulis di kompasiana.com, mudah-mudahan para pembaca di manapun berada selalu diberikan kesehatan dan dimudahkan dalam menjemput rezekinya masing-masing. 

Para pembaca kompasiana.com di manapun berada, kali ini penulis mengambil tema Realistiskah program kompor listrik, kendaraan listrik oleh pemerintah?

Akhir-akhir ini sekitar satu pekan setelah kenaikan BBM banyak dibicarakan oleh masyarakat mengenai program kompor listrik dan kendaraan listrik. 

Program ini bertujuan untuk menanggulangi permasalahan kenaikan BBM di negara kita. 

Secara garis besar itu tidak ada persoalan, asal semua prasarana infrastruktur jaringan listrik di seluruh Indonesia terpenuhi dengan baik.

Selain jaringan listrik kebutuhan daya listrik nasional pun harus diperhatikan.

Permasalahan tentang kenaikan BBM itu paling tidak berpengaruh pada tiga hal besar yang kemudian didengungkan untuk Segera dilaksanakan elektrifikasi atau menggunakan peralatan listrik baik di rumah maupun di kendaraan. 

Pertanyaannya kemudian Apakah sudah cukup daya listrik tersedia/terpasang di negara kita?

Untuk menjawab ini semua kita harus Mencoba membuka website tentang daya listrik terpasang di Indonesia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan