Mohon tunggu...
Ahmad Aunullah
Ahmad Aunullah Mohon Tunggu... Pelaku Wisata

Pelaku wisata yang tidak suka berada indoor terlalu lama. Berkantor di Lombok, bertempat tinggal kebanyakaan di laut.

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Aviasi dan Pariwisata

16 Juni 2021   11:33 Diperbarui: 16 Juni 2021   12:00 101 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Aviasi dan Pariwisata
Foto: Pixabay.com

Pemerintah Indonesia sudah menggabungkan BUMN di kedua industri ini dengan 7 sub holding yaitu untuk Aviasi ada  PT Angkasa Pura I,  PT Angkasa Pura II dan PT Garuda Indonesia sedangkan untuk Pariwisata (dan Ekonomi Kreatif) ada PT Sarinah, ITDC, Taman Wisata Candi (TWC), dan Inna Hotels.

Namun penulis tidak akan membahas mengenai Holding Aviasi dan Pariwisatanya melainkan dari pandangan pribadi penulis mengenai eratnya hubungan kedua industri ini berdasarkan apa yang selama ini penulis lihat dan alami.

Di samping itu kedua industri ini sudah lama menjadi Network 2G penulis yang tidak pernah di upgrade ke Network 3G dimana Aviasi adalah network yang saya Gemari karena dibesarkan di lingkungan aviasi sedangkan Pariwisata adalah network yang saya Geluti yang memberikan napas kehidupan penulis.

Aviasi dan Pariwisata memang sangat saling mendukung dan mempengaruhi terlebih sejak evolusi aviasi yang awalnya saat lahir merupakan aviasi untuk pribadi dan kemudian menjadi komersial mengangkut jutaan hingga milyar an manusia menuju ke destinasi mereka di seluruh dunia.

Aviasi melalui sektor penerbangan baik itu komersial atau private telah memberikan jasa angkutan udara untuk orang dan barang di seluruh dunia.

Faktor yang menyebabkan itu adalah mobilitas dan aksesibilitas para penggunanya sehingga dapat dikatakan bahwa kedua faktor ini merupakan sayap aviasi.

Para pebisnis menggunakan jasa angkutan udara untuk melakukan pertemuan dengan koleganya di daerah atau melakukan inspeksi proyeknya di sebuah lokasi yang sangat terpencil sekalipun.

Begitu pula para pelancong yang tidak saja dapat menghemat waktu untuk mencapai destinasi namun juga memiliki lebih banyak pilihan destinasi yang sudah dapat dicapai dengan angkutan udara.

Mobilitas dan aksesibilitas juga yang mendasari para pabrikan pesawat selalu memproduksi pesawat-pesawat yang canggih, dapat terbang lebih jauh, dan lama serta tingkat keselamatan dan kapasitas yang juga selalu meningkat.

Namun dalam perkembangan jaman, tidak hanya mobilitas dan aksesibilitss saja yang dibutuhkan oleh pengguna angkutan udara namun ada tambahan yaitu fleksibilitas.

Pada destinasi wisata yang tidak dilayani oleh banyak penerbangan, kesulitan bagi pelancong tidak hanya saat mendapatkan kursi pesawat saat tiba dan kembali sesuai rencana namun juga saat terjadi perubahan pada rencana mereka seperti keadaan darurat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x