Mohon tunggu...
AGUS WAHYUDI
AGUS WAHYUDI Mohon Tunggu... Jurnalis - setiap orang pasti punya kisah mengagumkan

Jurnalis, pecinta travelling dan buku l Bekerja di Enciety Business Consult l Nomine Best in Citizen Journalism Kompasiana Award 2022

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Antara Tetangga yang Peduli dan Kaum Killjoy

17 Oktober 2022   23:00 Diperbarui: 23 Oktober 2022   12:05 291
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi keakraban bertetangga| Dok iStock/chee gin tan via parapuan.co

Saya mengapresiasi upaya Saifullah Yusuf alias Gus Ipul saat menjadi wakil Gubernur Jawa Timur. Kala itu, tepatnya tahun 2016, dia meluncurkan Gerakan Peduli Tetangga (GPT).

Launching GPT yang digelar di Sidoarjo tersebut berlangsung cukup meriah. Dihadiri ribuan orang dari perwakilan ketua rukun tetangga (RT) dan ketua rukun warga (RW) se-Jawa Timur. 

Program GPT ini adalah hasil inisiasi Gus Ipul bersama Eep Saefulloh Fatah, dosen Universitas Indonesia (UI). Eep juga dikenal sebagai pengamat politik dan pendiri Lembaga Survei Polmark Indonesia. 

Gus Ipul dan Eep sejatinya teman lama. Keduanya sama-sama mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Hanya, Gus Ipul memilih berjuang di jalur kekuasaan dengan menjadi politisi, sementara Eep konsisten menjalani profesi sebagai akademisi.

Saya sendiri lumayan kaget dengan munculnya gagasan ini. Apalagi ketika itu dikaitkan dengan program kampanye lantaran saat itu Gus Ipul maju menjadi calon gubernur Jawa Timur.

Lahirnya GPT karena menyikapi semakin rapuh dan lunturnya perhatian dan kepedulian orang terhadap sesama, khususnya mereka yang ada di lingkungan sekitar. Di mana antartetangga satu dengan lainnya saling cuek, acuh tak acuh, dan tidak peduli.

Melalui Gerakan Peduli Tetangga, Gus Ipul ingin membangkitkan dan membangun kembali kesadaran, bahwa bertetangga bukanlah soal kedekatan tempat tinggal.

Akan tetapi lebih dari itu. Bertetangga harus saling mengenal, berkunjung dan berkomunikasi, serta tempat menemukan jalan keluar dan saling berbagi.

Simpelnya, gerakan ini merupakan upaya mempertahankan nilai luhur. "Mengembalikan urusan pertetanggaan ke posisi semestinya. Sesuai khittahnya," sebut Gus Ipul.

Gus Ipul mengilustrasikan betapa pentingnya Gerakan Peduli Tetangga. Pasalnya, acap kali orang baru tahu tetangganya seorang teroris setelah ada penggerebekan oleh Densus 88.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun