Mohon tunggu...
AGUS WAHYUDI
AGUS WAHYUDI Mohon Tunggu... Jurnalis - setiap orang pasti punya kisah mengagumkan

Jurnalis l Nomine Best in Citizen Journalism Kompasiana Award 2022

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Hari Kartini dan Kenangan Lagu Sampul Surat

21 April 2021   19:15 Diperbarui: 21 April 2021   19:20 773
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ibu berada di bandara Internasional Juanda sebelum berangkat umroh.foto:dok/pribadi
Ibu berada di bandara Internasional Juanda sebelum berangkat umroh.foto:dok/pribadi
Ada puluhan murid ibu dari berbagai usia yang datang mengaji. Dari yang membaca Iqra sampai Alquran. Mayoritas murid ibu dari orang-orang sekitar rumah.

Bukan hanya itu saja. Toko itu juga dijadikan ibu sebagai tempat biro jodoh. Sejak lama ibu punya kebiasaan mentaarufkan mereka yang masih jomblo. Mereka yang mencari pasangan hidup.

Banyak yang ditaarufkan ibu berhasil sampai ke jenjang pernikahan. Tapi ada juga yang tidak berhasil alias tidak berjodoh. Ibu hanya bisa berdoa yang terbaik.   

Tahun 2015, ibu menunaikan ibadah haji. Tidak ada yang mendampingi. Ketika di dalam pesawat terbang, ibu didatangi beberapa pramugari. Setelah menyapa dengan salam,  mereka lalu memerkenalkan diri.

Sejurus kemudian, para pramugari itu memberikan secarik kertas berisi tulisan nama-nama. Para pramugari ini minta didoakan agar segera menemukan jodoh.

"Lho, kamu cantuk-cantik kok masih cari jodoh?"

"Ah, ibu. Doakan ya, bu."

 Ibu menerima selembar kertas itu, lalu dimasukkan di dalam tas. Ibu mendoakan semua orang di Tanah Suci.

 

***

Ibu di ultah ke-75 tahun.foto:dok/pribadi
Ibu di ultah ke-75 tahun.foto:dok/pribadi
Tepat di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70, saya menemui ibu di rumah induk. Seperti biasa, saya mengajak ibu tetap bersemangat agar segera sembuh.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun