Mohon tunggu...
Agustus Sani Nugroho
Agustus Sani Nugroho Mohon Tunggu...

Lawyer, Pengusaha, Penulis, Pemerhati masalah sosial budaya

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Mandi Telanjang di Pekarangan Luar Rumah?

11 Juli 2014   13:37 Diperbarui: 18 Juni 2015   06:40 1240 4 7 Mohon Tunggu...

Mungkin bukan Ahmad Dhani kalau tidak tampil beda walau kadang asal pokoknya beda. Sementara semua orang prihatin tentang pembantaian di Gaza oleh Israel, dia kemarin malah  menulis di twitter nya seperti ini: "@AHMADDHANIPRAST Kucing kampung di bawa ke Mekah...pulang tetep jadi kucing kampung. Kucing Persia dimanapun berada , tetaplah kucing Persia...ADP," begitu tweet Ahmad Dhani, Kamis (10/72014) kemarin.


Sebelumnya Fahri Hamzah, politisi PKS dan beberapa politisi lain dan tentu saja kemudian diikuti oleh banyak sekali akun Socmed sahabat2ku (yang beragama Islam) pendukung Prabowo menghina, mencela atau menyindir sorang Capres yang menjalankan ibadah Umrah di tanah suci, mulai dari mempertanyakan niat, mengolok-olok sebagai sebuah pencitraan semata, mempersoalkan cara penggunaan pakaian Ihram, mempertanyakan Umrah yang relatif cepat, hingga Ahmad Dhani yang menyindir dengan menggunakan istilah "Kucing Kampung".


Saya tidak perlu memberi komentar atas pernyataan Ahmad Dhani di twiternya tanggal 23 Juni 2014 yang mengatakan "SAYA AKAN POTONG KEMALUAN SAYA JIKA JOKOWI BISA MENANG DARI PRABOWO SUBIANTO !! ITU SUMPAH SAYA !!", atau ada seorang  mahasiswi manis berjilbab Universitas Indraprasta PGRI, Tri Wulandari Anggraini, yang menyatakan di akun sosial medianya bahwa dia akan bunuh diri jika Jokowi menang. Melalui akun Facebooknya, Debby, putri Rhoma Irama, juga pernah menulis hendak pindah ke luar negeri jika Jokowi jadi presiden (walau kemudian dia menyatakan tidak sungguh-sungguh dan itu adalah wujud emosi sesaat). Menurut saya pernyataan-pernyataan itu cuma pernyataan yang super lebay saja, walau sekaligus  juga menunjukkan "kualitas" seseorang.


Jika yang kalian persoalkan itu sekedar soal tampilan luar seorang Capres negeri ini, terserahlah. Bagi saya itu hanya menunjukkan sedemikianlah tingkat "intelektualitas" orang yang mengatakannya. Memang banyak sekali orang (bahkan yang berpendidikan tinggi sekalipun) dimasa Pilpres ini sedemikian buntu dan dangkal intelektualitasnya sehingga tidak bisa membedakan antara pemilihan "Presiden" untuk seluruh Rakyat negeri ini atau pemilihan "Model" untuk kita tampilan di acara fashion show atau sesi foto.


Namun jika ada orang-orang (apalagi orang tersebut menunjukkan dengan jelas identitasnya sebagai seorang Muslim atau Muslimah) lalu mepersoalkan niat atau ritual ibadah yang dilakukan orang lain, lalu ramai membahasnya dengan nada menghina dan merendahkan orang yang beribadah tersebut yang menjalankan ibadah Umrah di tanah suci, mulai dari mempertanyakan niat, mengolok-olok sebagai sebuah pencitrraan semata, mempersoalkan cara penggunaan pakaian Ihram, mempertanyakan Umrah yang relatif cepat, hingga Ahmad Dhani orang yang mengatakannya yang menyindir dengan menggunakan istilah Kucing Kampung, bagi saya itu hanya menunjukkan sedemikianlah tingkat "spiritualitas", orang-orang yang mengatakannya itu. Apalagi di bulan puasa yang suci ini, pernyataan-pernyataan yang sampaikan di ruang publik itu, juga sekaligus menunjukkan kualitas ibadah puasa masing-masing orang itu di mata publik.


Sebagian dari mereka mengatakan "Tapi suka-suka gue donk, kan gue nulis di akun gue sendiri?" Ya, tentu saja. Semua itu adalah hak individual masing-masing orang pemilik akun tersebut. Jika memang mereka itu adalah orang-orang yang konsisten, barang kali para tetangga yang tinggal disekitar rumahnya juga akan senang mendapat hiburan melihat orang-orang tersebut tiap pagi dan sore hari mandi telanjang di pekarangan terbuka rumahnya. Ya, betul, suka-suka mereka donk; itu kan pekarangan rumah mereka sendiri ? Entah kenapa dalam masa Pilpres ini, demikian mudah bagi banyak orang untuk kehilangan rasionalitasnya karena sibuuuuk sekali mencari kelemahan-kelemahan Capres yang tidak didukungnya, sehingga lupa bahwa ada maksudnya dalam peradaban dan etika kehidupan manusia itu, kamar mandi dibuat tertutup dengan dinding-dinding disekellingnya agar tak terlihat oleh orang lain saat seseorang itu mandi walau itu didalam rumahnya sendiri.


Sepertinya aku harus menutup tulisan ini karena ada yang teriak padaku "Ayaaaah... buruan sana mandi. Katanya mau pergi ke kantor pagi-pagi ?"


Selamat berpuasa untuk semua sahabatku yang beragama Islam. Mari sama-sama kita jaga keteduhan Ramadhan ini. Semoga puasa ini dapat kembali mensucikan dan membersihkan pikiran dan hati kita semua. Aamiin..


Teteeeep, salam 2 jari.

VIDEO PILIHAN